Misteri Bunuh Diri Karyawati KSP di Kediri

Keluarga Minta Polisi Periksa Rekan Kerja dan Mantan Pacar

Selasa, 12 September 2017 11:09:34
Reporter : Nanang Masyhari
Keluarga Minta Polisi Periksa Rekan Kerja dan Mantan Pacar

Kediri (beritajatim.com) - Merasa janggal dengan kematian istri dan anaknya, keluarga karyawati Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Antha Mulia di Kabupaten Kediri yang bunuh diri di dalam kantor mendatangi Polsek Gampengrejo.

Kedatangan mereka untuk memberikan informasi tambahan dan meminta polisi mengungkap motiv gantung diri pelaku.
 
Keluarga almarhum Galuh Ayu Pamungkas yang datang ke Polsek Gampengrejo ini terdiri dari suaminya Benny Saputro dan Suwandi ayah serta mertuanya. Mereka langsung bertemu dengan Kanit Reskrim Polsek Gampengrejo Ipda Joko Santoso di ruang Unit Reskrim.
 
Pertemuan antara keluarga almarhum dengan kepolisian berlangsung kurang lebih 1 jam lamanya. Pembicaraan mereka berlangsung secara tertutup. Benny dan Suwandi berada di dalam ruangan, sedangkan mertunya menunggu di ruang SPKT.
 
“Kedatangan kami kemari untuk meminta kejelasan dari kasus kematian yang dialami istri saya. Kami merasa ada yang janggal dengan kematian bunuh diri tersebut. Sebab, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan sebelum istri saya meninggal dunia. Hubungan kami di rumah baik-baik saja. Sehingga, bagi kami sangat aneh,” ungkap Benny Saputro.
 
Benny masih belum percaya istrinya nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Begitu juga dengan ayahnya sendiri Suwandi. Oleh karena itu, mereka datang ke Polsek Gampengrejo untuk mengetahui hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian. Apakah ibu dua anak itu benar-benar meningal karena gantung diri atau sebab lain. “Apabila gantung diri, motivnya apa. Keluarga belum tahu sama sekali,” imbuh pria yang berprofesi sebagai perawat di RSUD Kabupaten Kediri itu.
 
Benny mengaku ada beberapa informasi yang ia sampaikan kepada penyidik pada kedatangannya kali ini. Salah satunya tentang persoalan di dalam pekerjaanya dan perhiasan berupa gelang yang tidak ada di lengan pelaku sewaktu ditemukan. Dua hal tersebut diharapkan dapat ditelusuri oleh pihak kepolisian.
 
“Istri saya mengetahui ada sebuah aktivitas yang kurang baik di kantornya. Itu yang kami sampaikan kepada pihak kepolisian. Semoga polisi bisa menelusurinya,” pinta Benny.
 
Suwandi juga ikut memberikan masukan kepada penyidik. Dia minta agar salah seorang pria yang dikenal mantan pacar anak gadisnya tersebut dipanggil untuk dimintai keterangan. Pria tersebut pernah bekerja sekantor dengan pelaku, tetapi kini sudah bekerja di tempat lainnya.
 
 
“Untuk namanya kami tidak bisa menyebutkan ke media. Tetapi sudah kami sampaikan kepada penyidik. Saya rasa pria tersebut perlu diperiksa, karena saya memiliki keyakinan ada kaitannya dengan peristiwa yang dialami anak saya,” kata Suwandi.
 
Pria yang dimaksud Suwandi adalah mantan pacar almarhum. Dia juga mengenalinya, karena pernah datang ke rumahnya. Suwandi ingin mengetahui secara jelas keterangannya. “Saya hanya ingin tahu bagaimana keterangannya. Mungkin saja bisa memperjelas penyelidikan kepolisian,” ungkapnya.
 
Terkait permintaan keluarga pelaku, Kanit Reskrim Polsek Gampengrejo Ipda Joko Santoso mengatakan, akan segera menindak lanjutinya. “Mereka kemari dalam rangka sharing sekaligus meminta penjelasan hasil penyelidikan kami,” kata mantan KBO Reskrim Polres Kediri ini.
 
Diberitakan sebelumnya, Galuh Ayu Pamungkas (32)  karyawati KSP Artha Mulia Dusun Katang, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ditemukan tewas gantung diri di kantornya, Senin 4 September 2017 lalu.

Malam hari sebelum kejadian, perempuan yang tinggal di Desa Sambiresik, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri itu pamit kepada suaminya untuk menemui rekan kerjanya untuk menyelesaikan urusan jual beli tanah. (nng/ted)

Tag : bunuh diri

Berita Terkait

Kanal Peristiwa