Perjuangan Seorang Istri, Berangkat Haji Usai Pemakaman Suami

Jum'at, 11 Agustus 2017 14:57:31
Reporter : Ribut Wijoto
Perjuangan Seorang Istri, Berangkat Haji Usai Pemakaman Suami

Surabaya (beritajatim.com) - Sriahibinti Miseri 67 tahun masih sering menangis tersedu ketika ingat kepergian suami tercintanya, Djaun Hadi Wiratno (76 tahun) untuk selamanya. Sriati dan DJaun Hadi termasuk jamaah calon haji (JCH) kloter 41 asal kabupaten Malang yang diterbangkan dari bandara internasional Juanda, Kamis (10/8) pukul 21.20 WIB menuju Madinah.

Namun Tuhan berkehendak lain. Hari ketika JCH Kabupaten Malang diberangkatkan dari Kanjuruan menuju asrama haji Sukolilo, Rabu (9/8) pukul 08.30 pagi, suaminya menghembuskan nafas terakhir. Bukan ujian ringan bagi Sriati karena ia dan suaminya telah bersiap diri untuk berangkat ke tanah suci.

Sebulan sebelum jadwal keberangkatan menuju AHES, DJaun yang menderita batu ginjal melakukan operasi laser. Usai operasi tersebut, kondisinya berangsur membaik hingga menjelang pemberangkatan. Namun takdir berkata lain. Karena tersedak makanan, pensiunan 4 anak ini tutup usia.

Situasi di rumah Sriati penuh dengan tangisan. Dengan dorongan semangat dari anak anaknya, Sriati mengikhlaskan kepergian suaminya meskipun banyak omongan yang tidak mengenakkan dari lingkungan sekitarnya.

"Saya ikhlaskan kepergian bapak. anak anak mendorong saya berangkat. Saya sama sekali tidak ingin menunda meskipun ada yang bilang, kok tega ya suaminya baru meninggal. Saya ikhlas," ujar Sriati seperti dilansir laman resmi Kemenag Jatim, Jumat (11/8/2017).

Pulang dari pemakaman, pukul 13.30 WIB keluarga Sriati mengantarnya ke Kajuruan untuk pelepasan JCH oleh bupati Kabupaten Malang.

Sriati menjelaskan, anak anaknya langsung menghubungi KBIH untuk memenuhi persyaratan pelaksanaan badal bagi ayah mereka, Djaun Hadi Wiratno. [but]

Tag : haji

Berita Terkait

Kanal Peristiwa