RSTKA Selesaikan Misi Kemanusiaan

Penanganan Operasi Gratis di Daerah 3T Tembus 1.470 Pasien

Kamis, 13 Desember 2018 01:24:20
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Penanganan Operasi Gratis di Daerah 3T Tembus 1.470 Pasien

Surabaya (beritajatim.com) - Bakti sosial (Baksos) Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) telah selesai untuk tahun ini. Kapal beserta tim medis telah kembali ke Surabaya.

RSTKA merupakan kapal pembantu fasilitas kesehatan milik Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) yang selama ini melakukan misi kemanusiaan dengan  membantu fasilitas kesehatan dan tenaga medis di wilayah-wilayah terjauh, terpencil dan terluar Indonesia atau 3T.

Misi kemanusiaan RSTKA dilakukan di Kepulauan Bawean, Kangean, Kalimas, Sapeken, Gempa Lombok, Nusa Penida, Alor, Gempa Palu, Maluku Barat Daya, Wakatobi, Kangayan, Raas dan Sapudi yang telah dilakukan sejak 25 Oktober sampai 8 Desember 2018.

Sejauh ini pelayanan kesehatan yang telah diberikan oleh RSTKA mencapai 12.031 pasien non operasi, 1.470 pasien operasi dengan jumlah tenaga medis dan relawan mencapai 774 orang.

Di beberapa tempat yang didatangi RSTKA terdapat daerah yang banyak menerima pasien dengan penanganan tingkat lanjut atau operasi. Itu dikarenakan di daerah tersebut tidak ada fasilitas kesehatan lanjutan, seperti di pulau Kangean, Sapeken, Kangayan dan Sapudi.

Di pulau Sapudi pasien operasi mencapai 234 orang dengan rincian kelahiran dengan operasi sebanyak 2 tindakan, Kista di kandungan sebanyak 1 tindakan, Katarak 40 tindakan, Pterigium 80 tindakan, bibir sumbing 1 tindakan dan lainnya hernia, tumor jinak, pembesaran tonsil dan sebagainya.

Sekretaris RSTKA dr. Henry Wibowo mengatakan bahwa daerah-daerah dengan tingkat pelayanan kesehatan lanjutan tinggi diakibatkan jauhnya akses kesehatan. \"Di daerah-daerah tersebut pasti kami diserbu warga. Tiap hari pasti sangat padat tindakan. Biasanya tindakan kami lakukan di atas kapal. Karena di kapal kami juga punya ruang operasi,\" ujarnya.

Kepada beritajatim.com dr. Henry dan tim mengaku bahagia sanggup berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan dengan keahlian, tenaga dan apa yang dimiliki.

\"Kami senang bisa membantu saudara yang membutuhkan. Ada banyak saudara kita yang tinggalnya jauh dari kota sebagai pusat pelayanan kesehatan, atau bahkan di daerahnya benar-benar tidak ada fasilitas kesehatan, inilah peran yang bisa kami ambil selaku Alumni dari FK Unair untuk Indonesia. Kami juga tidak sendirian dalam menyiapkan kebutuhan seperti obat-obatan kami disponsori oleh beberapa pihak,\" tambah dokter spesialis Andrologi ini.

RSTKA akan terus berupaya untuk melakukan misi kemanusiaan di tahun depan. Saat ini tim RSTKA sedang menyusun kembali agenda lanjutan.

\"Minggu ini rencananya kami akan mengadakan rapat untuk menyusun jadwal dan agenda untuk baksos tahun depan. Karena Masyarakat di daerah 3T memerlukan pelayanan model begini, dokter yang menghampiri mereka. Kami berdoa bisa terus diberikan kesempatan dan kemudahan menjalankan misi ini,\" ujarnya penuh harap. [adg/suf]

Tag : unair, rstka

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan