Inovasi Beton Mahasiswa UK Petra Raih Juara Internasional

Rabu, 28 Nopember 2018 16:30:24
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Inovasi Beton Mahasiswa UK Petra Raih Juara Internasional

Surabaya (beritajatim.com)--Memanfaatkan gragal batu bata atau bongkaran dinding dan bubuk kalsium karbonat untuk pembuatan beton. Itulah ide dari tiga mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra (UK Petra) yang kemudian berhasil meraih juara 1 tingkat internasional kategori Concrete Competition di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta.

“Kami mencoba mengurangi penggunaan semen, digantikan dengan gragal batu bata dan kalsium karbonat sebesar 30%. Kekuatannya mencapai 24,5 MPa saat tes beton satu hari dibandingkan dengan kekuatan biasanya, yaitu sebesar 25 MPa dalam waktu 28 hari," kata Nico Christiono.

Ketiga mahasiswa itu adalah Kent Setiono, Nico Christiono dan Ricky Surya, yang merupakan mahasiswa angkatan 2015. Di bawah bimbingan Antoni, Ph.D., Kent bersama tim membuat inovasi mengacu penelitian sebelumnya yang disempurnakan lagi oleh tim ini.

Mereka sepakat mengurangi penggunaan semen dan mencari penggantinya sebagai bahan campuran dalam beton yang dapat memadat sendiri (self compacting concrete).

Mereka menambahkan gragal batu bata dan kalsium karbonat yang sudah dihancurkan dalam bentuk butiran halus dalam adonan betonnya.

"Pemanfaatan gragal batu bata ini akan dapat mengurangi buangan yang tak terpakai misalnya saat merenovasi rumah ataupun memanfaatkan bagian bangunan yang runtuh pada saat terjadi bencana alam gempa bumi, sedangkan kalsium karbonat membantu menambah kekuatan beton umur awal”, urai Ricky.

Selain bersaing dengan mahasiswa dari Indonesia, tim UK Petra ini juga bersaing mahasiswa dari Filipina, Malaysia dan India. Persiapan yang mereka lakukan hanya sekitar 10 hari di sela-sela skripsi.

Nico menambahkan, dengan beton inovasi ini dapat menghemat hingga 42%. “Akan tetapi tergantung penggunaannya, jika dipergunakan untuk hal lainnya yang besar maka diperlukan penelitian kembali khususnya untuk komposisinya”, ungkapnya.

Tak sia-sia usaha mereka. Dari 33 proposal yang masuk, hanya enam tim saja yang masuk babak final termasuk tim UK Petra. Dalam babak final, mereka diminta mempraktekkan secara langsung proposal mereka berjudul “Sustainable High Early Strength Self Compacting Concrete (SCC) Using Clay Brick Waste and Limestone Powder”.

Selama tiga hari, tim UK Petra ini membuat beton secara langsung, kemudian melakukan tes beton berumur 1 hari dan melakukan presentasi di depan para juri. Panitia telah mempersiapkan bahan dasar membuat beton, peserta hanya diminta membawa bahan inovasi tambahan yang akan digunakan. [air]

Tag : uk petra

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan