Harry Azhar Aziz Jadi Gubes Unair: Fokus Pada Sistem Audit yang Menyejahterakan Rakyat

Senin, 26 Nopember 2018 20:05:21
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Harry Azhar Aziz Jadi Gubes Unair: Fokus Pada Sistem Audit yang Menyejahterakan Rakyat

Surabaya (beritajatim.com) - Universitas Airlangga hari ini kembali mengukuhkan Seorang Guru Besar di Bidang Ilmu Ekonomi. Ia lah, Prof Harry Azhar Aziz menjadi Guru Besar Ke 24 di Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unair dengan spesialisasi audit keuangan, Senin (26/11/2018).

Pengukuhan yang dihadari banyak tamu penting itu berlangsung khidmat. Dalam pidatonya Prof Harry mengatakan bahwa selama ini audit menekankan aspek kepatuhan yakni patuh terhadap peraturan perundangan masih belum menerapkan cara audit yang juga dapat menunjang kesejahteraan masyarakat.

"Kepatuhan yang dimaksud lebih kepada peraturan perundang-undangan, tetapi ada sebetulnya peraturan perundangan yang dilakukan yaitu tanggung jawab kepada terwujudnya masyarakat yang sejahtera itu masih belum," ujar mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan itu.

Ia pun mengatakan bahwa fokus yang dia lakukan pada risetnya selama ini agar pertangungjawaban keuangan dapat menghasilkan output yang tidak hanya kepatuhan tapi juga kesejahteraan adalah pada tiga aspek yakni aspek kesejahteraan, aspek anggaran dan aspek audit.

"ada tiga teori yang saya coba hubungkan. Antara teori kesejahteraan, teori-teori anggaran dan teori mengenai auditing. Yang dibutuhkan saat ini adalah bagaimana anggaran dan audit dapat membantu kesejahteraan," ungkapnya.

Dirinya ingin mendorong audit kinerja. Audit kinerja ini penting dalam melihat bagaimana kenaikan anggaran bisa berbanding lurus dengan kinerja pemerintah. Hal ini bisa dilihat dari data di masyarakat.

Sementara di BPK memang ada tiga jenis audit yakni audit keuangan, audit tujuan tertentu, dan audit kinerja. Audit kinerja ini diperkuat baik dari segi segi anggaran maupun personelnya.

"Itu untuk membuktikan misalnya selama 19 tahun yang saya teliti terjadi kenaikan anggaran sekitar 800 persen lebih tapi angka kemiskinan turun cuma 45 persen. Jadi menurut saya masih harus ditingkatkan, begitu juga dengan pengangguran, begitu juga dengan indeks pembangunan Indonesia," pungkasnya.

Ia menegaskan selama ini yang terjadi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi hanya mensejahterakan beberapa golongan saja.[adg/ted]

Tag : universitas airlangga

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan