Paguyuban PISO, Rekatkan Kembali Alumni FK Unair Angkatan 78

Sabtu, 17 Nopember 2018 16:43:39
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Paguyuban PISO, Rekatkan Kembali Alumni FK Unair Angkatan 78

Surabaya (beritajatim.com) - Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) sepertinya merupakan salah satu Alumni yang bisa dibilang kacang tidak lupa kulit.

Pasalnya,  setelah 105 tahun FK Unair berdiri para alumninya masih guyup rukun dan bahu membahu membesarkan nama FK Unair disetiap kesempatan.

Seperti diacara Dies Natalis FK Unair yang jatuh pada tanggal 10 November lalu, Ikatan Alumni (IKA) FK Unair dari angkatan tertua yang masih ada hingga alumni lulusan termuda melakukan bakti sosial di 439 titik di Surabaya.

Dan yang paling spektakuler adalah IKA FK Unair ini,  menyumbang dan membangun jamban sebanyak total 374 jamban yang dibangun di sepanjang Sungai Kalimas Surabaya sebagai bentuk dukungan Program Dinkes “Open Defecation Free”.

Keberhasilan Dies Natalis FK Unair pastinya tidak lepas dari keakraban dan jalinan silahturahim dari para alumninya. Salah satu lulusan dengan alumni paling guyup adalah alumni 1979. Para alumni dari angkatan 79 inipun membentuk paguyupan bernama PISO.

PISO merupakan kependekan dari PItu SOngo atau bahasa jawa dari 79. Selama ini paguyuban PISO berfungsi sebagai wadah untuk tetap menjalin komunikasi dan silahturahim antar alumni, berbagai kegiatan yang paguyuban PISO adalah bakti sosial dan kumpul-kumpul setiap ada acara penting dari setiap alumninya, seperti menghadiri pesta pernikahan atau hajatan yang diadakan oleh anggotanya.

"Anggotanya PISO ini memang alumni FK Unair yang masuknya tahun 1979 atau mereka yang pindahan dari Universitas lain yang ketika pindah ke FK unair langsung gabung dengan angkatan 1979 atau lulusan FK luar yang ketika adaotasi barengnya dengan angkatan 1979. Sekarang ini, banyak dari alumni yang menikahkan anaknya. Dan acara kondangan ini selalu menjadi momentum reuni bagi Pisoers," terang Kol. Ckm (Purn) dr. Toto Imam Soeparmono, SpOG, K.Onk.

Selain membentuk paguyupan yang dipimpin dr. Toto, PISO juga membuat 2 klinik pratama yang ada di Bintaro Jakarta dan Kenjeran Surabaya. Klinik PISO Medika inipun setara dengan Faskes tingkat 1 yang juga melayani BPJS. Klinik PISO Medika ini dinaungi oleh PT. PAJ, dengan Direktur dr. Indri Astuti yang juga alumnus 79.

Klinik Piso Medika ini baru beroperasi sejak September 2018, dengan tenaga medis dari umum. klinik PISO Medika ini merupakan cita cita dari Pisoers,  sebutan anggota paguyupan PISO untuk sebagai alumni FK ikut berkontribusi terhadap dunia kesehatan.

"Secara bisnis memang gak ada ikatan dengan Unair. Tapi secara psikologis, kami ingin menunjukkan bahwa alumni FK Unair ikut melayani rakyat melalui klinik pratama yang sudah diakui oleh BPJS. Untuk tenaga medis kami menggaji dokter-dokter yang masih muda. Lulusan bisa dari macam-macam universitas. Lha kami sudah tua,rata2 usia 58-60. Sudah sedikit yg praktik umum," pungkas Toto. [adg/ted]

Tag : universitas airlangga

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan