Ilmuwan dari Belanda Perkuat Kerjasama dengan FK Unair

Rabu, 07 Nopember 2018 18:44:34
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Ilmuwan dari Belanda Perkuat Kerjasama dengan FK Unair

Surabaya (beritajatim.com) - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) hari ini menerima kunjungan delegasi dari beberapa universitas bergengsi di Belanda, serta delegasi dari Perusahaan-perusahaan besar dunia yang bergerak di bidang kesehatan, Rabu (7/11/2018) di Aula FK Unair. Kedatangan dalam rangka Kunjungan Life Science and Heath Mission The Netherlands & Mini Workshop Erasmus University Medical Centre 2018.

Prof. Ni Made Mertaniasih, Wakil Dekan III FK Unair sekaligus sebagai Konsultan acara Internasional Affairs mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan visitasi yang memperkuat kerjasama untuk terus meningkatkan dan menjaga hubungan baik dengan Belanda.

Dalam kegiatan ini, pihak Belanda yang hadir meliputi Delegasi dari Kementerian Kesehatan, Kesejahteraan dan Olahraga Belanda, Erasmus University, Amsterdam University Medical Center, University Medical Centre Groningen dan Tilburg Unersity, School of Social and Behavioral Sciences. Serta beberapa Perusahaan besar dalam bidang kesehatan, Delft Imaging System, Elsevier, Enraf-Nonius, FMO, Handicare, Hospitainer, INCISON Academy, KNCV, IDBH Senso, Royal Philips, Simavi, Task Force Health Care, Telecom Tube Systems.

Prof. Sutoyo, Dekan FK Unair mengatakan bahwa kerjasama dengan Belanda ini sudah terjalin lama, yakni sejak 10 tahun yang lalu. Tujuan kegiatan ini pun bertujuan agar mencapai kesetaraan lulusan yang diakui dunia.

"Kerjasama ini sudah terjalin sejak lama, dan kemarin kami terbarui lagi MoU dengan Belanda, salah satunya Erasmus. Ya kerjasamanya meliputi banyak hal seperti student Exchange, Riset, Mobilty Program, Beasiswa untuk program doktor, Clinical Posting yakni mahasiswa dari Belanda belajar di klinik-klinik, puskesmas di Indonesia. Ini semua dengan goal untuk kesetaraan lulusan yang ujungnya diakui dunia," ujar Mertaniasih.

Kerjasama ini memang sangat dibutuhkan oleh dua belah pihak, karena di Indonesia kasus-kasus Tropical Deasese yang tidak banyak terjadi di Belanda, seperti Infeksi, kasus Obgyn, Penanganan Bencana dan sebagainya.

"Banyak kasus yang dibutuhkan dan harus mereka pelajari di Indonesia ini, seperti infeksi seperti TBC, demam berdarah. Kita juga bagus dalam penanganan bencana sehingga mereka belajar ke Indonesia untuk itu. Di Obgyn juga banyak kasus yang menarik menurut mereka seperti pre-eklamasi," ujar Prof. Sutoyo.

Curt Burger dari Erasmus University pun mengatakan bahwa Erasmus telah banyak kerjasama dengan FK Unair.

"Kita memperluas kerja sama yang sudah terjalin sejak 10 tahun yang lalu. Kita akan menambah pertukaran mahasiswa dari Belanda ke Indonesia untuk melakukan riset bersama yang fokus pada Tropical Deasese, seperti Infeksi. Kita dari Erasmus tidak hanya memikirkan untuk saat ini tapi untuk 10 sampai 20 tahun ke depan, itulah kepada kita ada disini," pungkas Curt Burger. [adg/but]

Tag : unair

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan