Puluhan Guru Honorer di Jember Mogok Kerja

Selasa, 06 Nopember 2018 14:41:29
Reporter : Oryza A. Wirawan
Puluhan Guru Honorer di Jember Mogok Kerja

Jember (beritajatim.com) - Sebanyak 59 orang guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) 17 sekolah dasar di Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, melakukan aksi mogok, Selasa (6/11/2018).

Mogoknya para guru honorer ini membuat para siswa tidak melakukan aktivitas belajar. "Tidak ada gurunya," kata Via, salah satu siswa SD.

Ada sejumlah tuntutan guru honorer. "Kami ingin mendesak pemerintah agar tak ada diskriminasi lagi dalam rekrutmen calon pegawai negeri sipil terhadap teman-teman guru yang sudah lama mengabdi," kata Ketua Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Jember Muhammad Ali Jamil.

Selain itu, mereka juga menuntut Pemerintah Kabupaten Jember agar segera menata guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap. "Dengan cara memberikan SK (Surat Keputusan) kepada teman-teman, karena SP (Surat Penugasan) itu tidak jelas," kata Jamil.

Menurut Jamil, banyak guru honorer yang mendapat surat penugasan belum menerima honor. "Sudah begitu tempatnya jauh. Ada juga banyak teman yang tidak mendapat surat penugasan. Jadi kami menuntut adanya SK bupati," katanya.

Berdasarkan data FPHI Jember, ada lebih dari seribu orang guru honorer yang belum menerima surat penugasan. Ada sejumlah guru honorer yang belum mendapat surat penugasan dipanggil Bupati Faida, pekan lalu. "Tapi teman-teman tidak dikasih apa-apa. Cuma disuruh menulis di salah satu lembar, dan itu teman-teman sangat kecewa," kata Jamil.

"Jadi belum ada kejelasan. Itu GTT. Belum lagi PTT (Pegawai Tidak Tetap), mayoritas tidak ada sama sekali yang mendapatkan (surat penugasan). Kami juga menuntut honor kami harus jelas dianggarkan dalam APBD kabupaten, minimal setara upah minimum kabupaten," kata Jamil.

FPHI akan melakukan aksi lanjutan dan mogok kerja di tingkat kabupaten jika tak ada tindak lanjut dari pemerintah daerah. "Kami menunggu respons Pemkab terhadap tuntutan-tuntutan kami. Insya Allah kami rencanakan (mogok) minggu depan," kata Jamil. [wir/ted]

Tag : guru honorer

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan