BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Cover Kecelakaan Kerja Hingga Sembuh

Kamis, 20 September 2018 21:17:47
Reporter : Tulus Adarrma
BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Cover Kecelakaan Kerja Hingga Sembuh

Bojonegoro (beritajatim.com) - Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) Cabang Bojonegoro, Budi Santoso mengatakan, pihaknya akan menanggung biaya pengobatan bagi peserta BPJS TK yang mengalami kecelakaan saat bekerja hingga sembuh.

Hingga saat ini, pihaknya mengaku sudah menjalin kerjasama dengan 59 lembaga Pemanfaatan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) yang terdiri atas rumah sakit pemerintah dan swasta, puskesmas serta klinik yang tersebar di tiga kabupaten, Bojonegoro, Lamongan dan Tuban.

Namun, hingga saat ini baru 10 PLKK yang sudah melayani peserta BPJS TK. "Bila peserta mengalami kecelakaan kerja separah apapun, bahkan jika harus melakukan operasi dengan biaya besar, BPJS TK akan mengcover sampai sembuh," ujarnya

"Dan apabila masih terdapat kekurangan, kami harap peserta menagih ke pihak kami sampai selesai," tambah Budi Santoso saat rapat koordinasi bertajuk 'Optimalisasi Jaminan Kecelakaan Melalui Pemanfaatan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK)' di hotel Aston jalan MH Thamrin, Bojonegoro, Kamis (20/9/2018).

Budi menuturkan, dengan adanya perubahan nama dari Trauma Center dan Return to Work menjadi PLKK, diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja. "Layanan sudah terkoneksi secara online. Data peserta yang menjalani perawatan di PLKK sudah terkoneksi langsung dengan BPJS TK. Semoga pelayanan ini dapat mempermudah masyarakat," harapnya.

Sementara, dalam rapat tersebut dihadiri 59 perwakilan manajemen Rumah Sakit yang berada di tiga daerah di antaranya dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan. Puluhan rumah sakit itu, telah membuka pelayanan dengan bekerjasama dengan BPJS TK.

"Optimalisasi jaminan kecelakaan melalui pemanfaatan PLKK ini untuk mempererat mekanisme pelayanan, agar petugas lebih paham dalam melayani masyarakat," ujar Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan BPJS TK Jatim, Gigih Mulyo Utomo, disela-sela acara.

Karena, lanjut Gigih, sering kali masyarakat tidak bisa membedakan antara BPJS TK dengan BPJS Kesehatan, padahal tupoksi keduanya sangat jauh berbeda. Selain itu, kata dia, rapat ini bertujuan untuk mendengarkan langsung masukan ataupun keluhan dari setiap perwakilan manajemen rumah sakit. Hal itu semata-mata guna memperbaiki proses pelayanan rumah sakit kepada peserta BPJS TK.

"Untuk mempermudah serta memperbaiki mutu pelayanan, kita juga menggandeng Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, Rumah Sakit di tiga daerah tersebut," pungkasnya. [lus/ted]

Tag : bpjs

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan