MTs Tarbiyatul Wathon Juara Kontes Robot Pelajar di Malaysia

Minggu, 16 September 2018 09:55:29
Reporter : Deni Ali Setiono
MTs Tarbiyatul Wathon Juara Kontes Robot Pelajar di Malaysia

Gresik (beritajatim.com)--Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Wathon asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik menjuarai kontes robot di ajang Internatonal Islamic School Robot Olimpiad 2018, yang diselenggarakan Internatonal Islamic University Malaysia (IIUM) Kuala Lumpur Malaysia baru-baru ini.

Kontes robot yang diikuti 138 peserta dari negara Islam se-Asia itu saling beradu mengedepankan kreatifitas dan inovasi. Di kontes robot tersebut, MTs Tarbiyatul Wathon menyabet juara kedua (medali perak), dan ketiga (medali perunggu).

Keberhasilan MTs Tarbiyatul Wathon itu berkat tangan dingin M.Fatih Syajroni (14), Zamanul Khoir (14), dan M.Shobahun (14). Ketiganya merupakan kelas IX yang menciptakan robot 'under water' dan robot gathering'.

"Kami menciptakan robot under water yang berfungsi mengambil benda di dalam dasar laut. Sedangkan robot gathering bisa memindahkan benda di daratan," ujar M.Fatih Syajroni kepada wartawan, Minggu (16/09/2018).

Menurut M.Fatih, dia bersama kedua rekannya dan dibimbing gurunya membutuhkan waktu kurang dari sebulan untuk menciptakan kedua robot yang dikonteskan. Setelah melalui beberapa percobaan, akhirnya dua robot yang diciptakan itu mampu menyisihkan peserta lainnya yang mengikuti kontes robot.

"Khusus robot under water kami terinspirasi oleh kondisi geografis di Desa Campurejo yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan. Harapannya, ke depan melalui pengembangan robot ini warganya tidak perlu repot-repot lagi berenang di dalam laut untuk mencari kerang atau ikan," ungkapnya.

Terkait dengan keberhasilan ini, Waka Penjaminan Mutu Yayasan Tarbiyatul Wathon Mohammad Lazim (42) menuturkan, pihaknya tidak menyangka keberhasilan anak didiknya mampu mengangkat prestasi sekolahnya.

Pasalnya, saat berangkat ke Kuala Lumpur Malaysia secara finansial kurang mendukung. Namun, berkat bantuan semua alumni akhirnya bisa berangkat dan menyabet juara dua dan ketiga.

"Anak didik kami mampu mencapai nilai yang terbaik di dua kategori yakni kecepatan dalam memprogram pada robot gathering serta keahlian bagaimana memprogram pada robot under water," pungkasnya. [dny/air]

Tag : mts, robot

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan