Surabaya Nomor 1 Jumlah Pengidap TB Paru di Jawa Timur

Jum'at, 14 September 2018 18:45:17
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Surabaya Nomor 1 Jumlah Pengidap TB Paru di Jawa Timur

Surabaya (beritajatim.com) - Penyakit Tuberkulosis (TB) Paru nampaknya masih menjadi momok tersendiri bagi warga Surabaya. Pasalnya Surabaya merupakan kota terbesar yang masyarakat mengidap TB paru di provinsi Jawa Timur, sedangkan Jawa Timur sendiri menempati peringkat ke dua terbanyak penderita TB paru setelah DKI Jakarta.

Data ini disampaikan langsung oleh Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Surabaya, Letnan Kolonel Laut Sri Sarwosih Indah, Jumat (12/9/2018). Indah mengatakan bahwa penderita TB paru di Surabaya tahun 2018 ini mencapai 5.000 penderita yang telah tercatat sebagai pasien TB paru. Di RSAL sendiri, penderita TB paru yang memeriksakan diri di poli paru sebanyak 15 - 20 pasien per hari.

"TB yang paling cepat penularannya adalah TB paru, karena memang penularannya bisa dari percikan saluran pernapasan, di RSAL sendiri baik pasien baru maupun yang kontrol setiap harinya mencapai 15-20 orang," ujar Letnal Kolonel Indah.

Penularan TB paru di Surabaya terjadi dengan sangat cepat disinyalir berasal dari padatnya populasi dan pemukiman yang saling berdempetan. Mayoritas karakter pemukiman di Surabaya merupakan rumah yang sempit dengan ventilasi yang tidak memadai, pengap dan saling berdempetan antara rumah satu dan lainnya sehingga memungkinkan virus dapat menular dengan cepat.

Terkait dengan besarnya jumlah pasien TB paru di Surabaya, RSAL berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada pasien dengan dibangunnya Gedung Pelayanan khusus untuk Paru. Gedung yang 80 persen dibangun dengan dana milik RSAL sendiri ini menghabiskan Rp 10.5 miliar untuk pembangunan gedung dan Rp 3 miliar untuk pengadaan alat-alat kesehatan yang dibutuhkan.

Gedung Pelayanan Paru RSAL dibangun diatas tanah sebesar 1.680 meter persegi dan mampu menampung tempat tidur (TT) sebab 65 buah dan didukung oleh 5 dokter spesialis paru, 40 perawat dan 12 tenaga non medis. Sejak didirikan pada 2016 lalu hingga Agustus 2018, Gedung Pelayanan Paru RSAL telah menampung pasien sebanyak 2.466 pasien.

"Penderita TB paru sendiri setidaknya harus menjalani perawatan intensif dan isolasi selama kurang lebih 6 bulan. Selain gedung ini secara teknis memang sangat dibutuhkan, pembangunan gedung ini juga merupakan komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik dan juga RSAL sebagai rumah sakit rujukan memang harus kompetitif dalam memberikan sarana dan fasilitas yang terbaik," pungkas Laksamana Pertama TNI I.D.G. Nalendra Djaya Iswara selaku Ketua Rumah Sakit Angkatan Laut Surabaya. [adg/but]

Tag : penyakit

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan