Mengapa Dosen Saat Ini Enggan Lakukan Penelitian?

Jum'at, 14 September 2018 00:45:44
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Mengapa Dosen Saat Ini Enggan Lakukan Penelitian?

Surabaya (beritajatim.com) - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menerima kunjungan Komisi X DPR RI dan Dirjen Kelembagaan Menristekdikti guna membahas perkembangan pendidikan khususnya bagi PTN BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum), Kamis (13/9/2018). Unair juga merupakan salah satu dari 11 PTN BH di seluruh Indonesia.

Salah satu fokus pembahasan dalam kunjungan tersebut adalah perkembangan iklim penelitian di kalangan intelektual Perguruan Tinggi. Menurut Patdono Suwignjo, Dirjen Kelembagaan Kemenristek Dikti, pada prakteknya saat ini banyak dosen yang enggan untuk melakukan riset dikarenakan persyaratan administrasinya yang rumit.

"Saat ini banyak dosen yang enggan meneliti karena acuannya ada di inputbase. Jadi peneliti itu dibebani dengan laporan penanggung jawaban. Mau beli alat harus ada struknya, mau makan harus ada struknya. Mau ajak patner, gaji partnernya harus ada laporan nya juga masih ngurusi pajak dan sebagainya. Akhirnya stamina dan konsentrasi peneliti habis di hal-hal seperti itu, membuat penelitiannya menjadi lebih tidak terurus dan dinomorduakan," terangnya.

Menurut Patdono, sistem pemberian dana hibah penelitian ini sebenarnya sudah dibicarakan Kemenristekdikti dengan Kemenkeu untuk berorientasi pada output base.

"Sebenarnya kami sudah berdialog dengan Kemenkeu. Dan Kemenkeu setuju untuk pemberian hibah penelitian ini berdasarkan output base, yaitu tergantung penelitiannya akan tembus sampai mana, kalau jurnalnya tembus situs jurnal internasional atau kualitas 1, maka akan dapat dana berapa dan sudah tidak dipusingkan mengurus LPJ dan lain-lain itu," ujarnya.

Tapi yang saat ini secara teknis, peraturan itu belum terbreak down dengan baik sampai pada tingkat praktik di lapangan sehingga yang terjadi adalah BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) masih menggunakan sistem inputbase.

"Menterinya sudah oke, tapi turun ke eselon-eselon di bawahnya sampai prakteknya belum terkoordinasi dengan baik sehingga aturannya masih pakai inputbase yang memusingkan dan membuat malas para peneliti," tambah Prof. Muhammad Nasih selaku Rektor Unair.

Peraturan penelitian ini merupakan salah satu faktor penting dalam kemajuan pendidikan selain penegasan kembali status dari PTN BH yang sampai saat ini dinilai masih rancu dan membuat kemajuan pendidikan menjadi terhambat karena penerapan pajak PTN BH disamakan dengan instansi yang profit oriented.

"Janganlah PTN BH ini dibebani hal-hal yang membuat penelitinya jadi malas melakukan riset dan harus ada pembaharuan di kelembagaan, karena pajak PTN BH ini disamakan dengan BUMN, padahal kan jelas fungsinya berbeda, bukan mencari keuntungan tapi mencerdaskan bangsa. Jadi janganlah terlalu membelenggu kebebasan berinovasi Perguruan Tinggi," pungkasnya. [adg/suf]

Tag : unair

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan