ITS Jalin Sinergi dengan Northearstern University Amerika Serikat

Kamis, 13 September 2018 02:00:48
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
ITS Jalin Sinergi dengan Northearstern University Amerika Serikat

Surabaya (beritajatim.com)--Pamor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di kancah internasional semakin baik dan menarik minat pihak luar untuk menjalin kerja sama. Kali ini ditunjukkan dengan adanya kunjungan perwakilan dari Northearstern University, Boston, Amerika Serikat di Rektorat ITS, Rabu (12/9/2019).

Kunjungan yang diinisiasi Associate Teaching Professor Dr Julius Marpaung dan Jeffey Hegel dari Northearstern University, ini bertujuan menjajaki kemungkinan kerja sama untuk internship atau magang bagi sivitas akademika ITS.

Penjajakan internship yang difokuskan Northearstern University sendiri adalah pada bidang industri.

Melihat ITS juga merupakan institut yang dikenal bagus dalam bidang teknologi, Julius merasa cocok untuk dapat menjajaki sebuah kerja sama ini dengan ITS.

Hal tersebut juga didukung dengan bergeraknya fokus Northearstern University dalam bidang teknologi pula.

“Potensi dan pertumbuhan kerja sama dengan ITS sangat mumpuni, dan harapan ke depan bisa terjalin dengan baik,” ujar Julius ditemui usai pertemuan dengan para pimpinan ITS.

Julius yang kebetulan merupakan orang Indonesia ini juga berharap, pada pertemuan selanjutnya kedua pihak akan mengadakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bukti konkret dari inisiasi kerja sama ini.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES, Ph.D, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan awal ITS kembali membuka gerbang untuk bisa bekerja sama dengan universitas di Amerika, setelah beberapa tahun terakhir vakum.

Hal tersebut karena saat ini mahasiswa lebih ditekankan untuk bisa meningkatkan kapasitas dalam bidang revolusi industri 4.0.

Guru besar Teknik Lingkungan ini sangat bersemangat dalam menerima ajakan inisiasi internship dalam bidang industri ini. Selain itu, sejak tahun 1892 Northearstern University telah mendesain proses pendidikannya dengan meminta mahasiswanya untuk bisa melakukan magang sebelum diluluskan.

Menurut Joni, mahasiswa yang lulus seharusnya tidak hanya memerlukan ijazah maupun sertifikat, namun juga pengalaman magang pun merupakan hal yang sangat diperhitungkan.

“Internship ini sebagai bukti bahwa dirinya cukup mumpuni untuk bekerja di luar,” jelas rektor yang juga pakar dalam ilmu perubahan iklim ini tersebut.

Dengan kembali dibukanya peluang ITS untuk bekerja sama dengan universitas dari Amerika ini, Joni berharap bisa semakin menunjang revolusi industri 4.0 yang baik ke depannya. [air]

Tag : its

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan