Warga Banjaragung Sungai Kotor Jadi 'Kolam Ikan'

Minggu, 09 September 2018 14:07:31
Reporter : Misti P.
Warga Banjaragung Sungai Kotor Jadi 'Kolam Ikan'

Mojokerto (beritajatim.com) - Warga Dusun Unggahan, Desa Banjaragung RT 04 RW 07, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto memanfaatkan sungai untuk budidaya ikan. Tujuan agar warga tak membuang sampah sembarangan ke sungai.

Wakil Komunitas Gerakan Pemuda Unggahan Selatan (GPUS), Samsul Arifin mengatakan, ide tersebut muncul secara spontan pada pertengahan bulan Juni 2018 lalu. "Ide itu muncul secara spontan dari keresahan warga. Warga tak ingin melihat sungai yang berada di depan rumahnya kotor," ungkapnya, Minggu (9/9/2018).

Masih kata Samsul, ikannya sendiri dibeli dari hasil iuran warga dan pemuda. Setiap bulan warga wajib membayar iuran mulai dari Rp20 ribu hingga Rp100 ribu. Awalnya ia tak menyangka, antusias warga cukup besar untuk merubah image kumuh sungai yang mengalir di desa mereka.

"Dari hasil itu kami belikan ikan dan bibit ikan di Pare, Kediri, karena di sana pusatnya jual beli bibit ikan. Selain itu kami juga membeli perlengkapan seperti jaring dan makanan. Namun semua tak mudah, harus bersusah payah merawat bibit ikan," ujarnya.

Karena di dalam sungai masih banyak endapan sampah. Selain memberikan makanan untuk ikan, mereka juga harus membersihkan sungai. Karena endapan sampah masih banyak sehingga pertumbuhan ikan pun belum normal.

Ketua RT 04, Solikhan mengatakan, Sungai yang digunakan untuk budidaya ikan sepanjang 500 meter dari ujung ke ujung Dusun Unggahan. "Menjelang Maghrib banyak warga lain yang membuang sampah popok dan plastik di sini. Mereka mengendarai motor," katanya.

Karena hal itu, sungai yang ada di desanya tampak kumuh. Agar pelaku pembuangan sampah tersebut jera, warga memasang banner bertuliskan, 'buang sampah sembarangan denda Rp500.000'. Selain itu komunitas pemuda Dusun GPS menjaga di bantaran sungai.

"Kami menjaga pagi, siang, dan sore. Tak ada jadwal hanya sukarela. Kalau tidak sibuk pemuda wajib menjaga. Saat ini sudah ada 5 jenis ikan yakni lele, tombro, nila, bandeng dan bader dengan jumlah total 12.000 ekor. Dulu sungai ini kumuh sekali, sekarang sudah berubah menjadi bersih," tegasnya. [tin/but]

Tag : lingkungan

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan