Balita Kurang Gizi, Mahasiswa Unej Tawarkan Abon Lele

Selasa, 04 September 2018 11:33:46
Reporter : Oryza A. Wirawan
Balita Kurang Gizi, Mahasiswa Unej Tawarkan Abon Lele

Jember (beritajatim.com) - Sebanyak 20 balita di Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, teridentifikasi mengalami kurang gizi (stunting). Mahasiswa Universitas Jember menawarkan abon lele sebagai salah satu solusi.

Aulifia Nurul, salah satu mahasiswi Unej peserta Program Kuliah Kerja Nyata tematik stunting dan sanitasi, sudah memetakan persoalan di desa tersebut bersama kelompoknya. Masyarakat Glagahwero secara ekonomi cukup memadai. "Tapi mereka kurang informasi terkait makanan bergizi, khususnya makanan pendamping air susu ibu apa yang bisa disajikan kepada balitanya," kata mahasiswi Fakultas Keperawatan ini, sebagaimana dilansir Humas Unej, Selasa (4/9/2018).

Padahal, lanjut Aulifia, Glagahwero memiliki potensi sumber makanan bergizi. Sejumlah warga, termasuk kepala desa, memiliki usaha kolam lele. "Mengapa tidak memanfaatkan ikan lele yang kaya protein sebagai sumber makanan bergizi, apalagi mudah didapatkan di lingkungan desa," katanya.

Maka para mahasiswa pun membuat produk abon lele bermerek Lego (Lele Glagahwero). "Daging lele lebih lembut dibandingkan ikan lainnya sehingga lebih memudahkan bagi balita untuk mencernanya. Kandungan proteinnya tinggi, dan harga ikan lele cukup terjangkau," kata Aulifia.

Mahasiswa Unej sudah mendorong para perempuan di Glagahwero untuk mulai memproduksi abon tersebut. "Tujuannya, balita mendapat asupan gizi yang baik, sekaligus menambah penghasilan keluarga," kata Aulifia. [wir]

Tag : unej

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan