Amphibi Tanam Pohon Angsana di Sekitar Tanggul

Senin, 27 Agustus 2018 18:34:39
Reporter : M. Ismail
Amphibi Tanam Pohon Angsana di Sekitar Tanggul

Sidoarjo (beritajatim.com) - Para aktivis lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan dan Bahan Berbahaya dan Beracun Indonesia (Amphibi), menanam puluhan pohon angsana di luar lumpur Sidoarjo, Senin (27/8/2018).

Pohon-pohon angsana yang tingginya 3 sampai 4 meter itu ditanam di Desa Jatirejo Kec. Porong, tepatnya diantara tanggul lumpur Sidoarjo, rel kereta api dan Jalan Raya Porong.

Ketua DPP Amphibi Agus Salim Tanjung mengatakan, penanaman pohon ini untuk menciptakan ruang terbuka hijau (RTH) di sekitar tanggul yang gersang. Banyaknya pohon yang ditanam juga akan menambah paru-paru udara untuk wilayah Sidoarjo.

Pohon angsana memiliki banyak fungsi. Selain kayunya bisa digunakan untuk bahan mebel ataupun souvenir, pohon angsana juga memiliki banyak fungsi untuk kesehatan.

Daun pohon angsana diketahui bisa mengobati batu ginjal, sariawan, diabetis mellitus, memulihkan luka bakar, sebagai antioksidan dalam tubuh, melancarkan haid bagi perempuan yang datang bulan, hingga bisa untuk mengobati sakit gigi.

“Penanaman pohon ini juga bisa menunjang Pusat Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (PPLS) dan Pemkab Sidoarjo  yang akan mengembangkan kawasan lumpur menjadi kawasan wisata geopark,” kata ketua komunitas peduli lingkungan tersebut.

Kegiatan pemerhati lingkungan ini adalah bagian dari kegiatan peringatan HUT Amphibi ke-2. Selain itu juga pengukuhan kepengurusan DPW Amphibi Jawa Timur yang dilaksanakan di Taman Dwara Kerta Desa Jatirejo Kecamatan Porong Sidoarjo.

Sementara itu Humas PPLS Hengki Listria Adi menyambut baik kegiatan positif yang dilakukan Amphibi. Aksi pemerhati lingkungan itu dinilai sebagai bentuk kepedulian untuk memperbaiki lingkungan di kawasan sekitar tanggul. Terlebih pemerintah sedang berupaya menjadikan wilayah lumpur Sidoarjo sebagai wisata geopark.

Munculnya kawasan RTH yang banyak pepohonan, dinilai Hengki juga bisa membantu mengatasi persoalan banjir di kawasan Porong. Sebab adanya hutan kecil akan bisa menjadi daerah serapan untuk mengurangi dampak banjir.

"Penghijauan ini bisa membantu mengatasi banjir yang juga masih menjadi persoalan di lapangan. Dengan begitu, lumpur yang dahulu dianggap berbahaya telah berubah dapat ditanami berbagai ekosistem sebagai penyangga kelangsungan alam dan habitat mahluk hidup," paparnya.

Sekadar diketahui kawasan lumpur seluas 369 hektare rencananya akan dijadikan kawasan wisata geopark dan kawasan penelitian geologi. Penanaman pohon ini akan menambah RTH yang menunjang pembuatan geopark tersebut. [isa/but]

Tag : lingkungan

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan