Identifikasi Rumah Korban Gempa, Tim ITS Berangkat ke Lombok

Selasa, 07 Agustus 2018 10:02:35
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Identifikasi Rumah Korban Gempa, Tim ITS Berangkat ke Lombok

Surabaya (beritajatim.com) - Gempa berkekuatan 7.00 SR yang mengguncang Lombok pada Minggu (5/8/2018) malam mengetuk nurani banyak pihak, tak terkecuali para akademisi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pun akan mengirimkan Tim Gabungan dari Departemen Teknik Sipil guna membantu masyarakat setempat yang terdampak.

Kepada beritajatim.com, Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD selaku Ketua Lab Beton Teknik Sipil ITS mengatakan, Tim gabungan ini akan berangkat pagi ini menggunakan pesawat dan nantinya akan mengidentifikasi rumah warga setempat untuk dilakukan renovasi.

Tim Gabungan yang akan dikirimkan ini merupakan bagian dari Pusat Studi Kebumian Bencana dan Perubahan Iklim (PSKBPI) ITS. Rencananya, dari 10 orang yang berada di PSKBPI ITS akan ada empat orang yang akan terjun langsung ke lapangan.

Terdiri dari Ir Faimun MSc PhD, Dr Wahyuniarsih, Dr Endah Wahyuni dan Chandra Irawan ST MT. Dosen yang biasa disapa Probo ini menjelaskan, tugas Tim Gabungan ITS adalah membantu masyarakat setempat untuk mengevaluasi rumah-rumah mereka.

"Akan dipetakan mana rumah yang masih layak huni, rumah yang harus diperkuat dan mana rumah yang berbahaya atau sudah tidak boleh ditempati. Di sana kami akan menggandeng tim dari Unram (Universitas Mataram, red) sebagai partner dalam membantu masyarakat setempat," ujar mantan Rektor ITS ini.

Pria yang juga menjabat sebagai ketua Senat Akademik ITS ini mengatakan, selain membantu masyarakat setempat dalam mengevaluasi rumah-rumah mereka, kunjungan tim gabungan ITS juga bertujuan membagi pengalaman, pengetahuan dan menyosialisasikan kepada masyarakat bagaimana tentang membangun rumah dengan struktur tahan gempa.

Tim gabungan dari Departemen Teknik Sipil ITS juga akan memberikan software yang bernama Rapid Visual Screening ITS (R.V. SITS) kepada tim dari Unram. Software ini berfungsi untuk mitigasi bangunan tahan gempa, yang bisa mengetahui sebuah konstruksi lemah terhadap gempa atau tidak.

Sementara itu, Faimun selaku Ketua Tim Gabungan tersebut berharap, nantinya alat tersebut akan bermanfaat bagi masyarakat di sana melalui Unram sebagai perwakilan atas hibah software.

"Karena software ini harus dijalankan oleh ahli, jadi tidak bisa masyarakat langsung yang mengoperasikannya, tandasnya.

Prof Probo menambahkan bahwa tim akan di sana (Lombok Utara) kurang lebih selama 4 sampai 5 hari. "Di sana secukupnya saja. Melihat dan menyesuaikan dengan kondisi di lokasi gempa. Mungkin 4-5 hari," pungkasnya. [adg/suf]

Tag : its

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan