Dirjen Kemendikbud Tegaskan Sanksi Bagi Sekolah Curang

Senin, 23 Juli 2018 22:41:27
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Dirjen Kemendikbud Tegaskan Sanksi Bagi Sekolah Curang

Surabaya (beritajatim.com) - Beberapa waktu yang lalu gencar diberitakan sistem PPDB SMP Surabaya yang menuai banyak kontra dikarenakan ada beberapa SMP swasta yang tidak mendapat siswa baru.

Dari data yang dihimpun beritajatim.com, kurangnya pendaftar siswa di SMP Swasta karena adanya sekolah yang tidak mematuhi ketentuan rombongan belajar (rombel) sesuai dengan ketentuan Permendikbud 17 tahun 2017, yakni jumlah rombel dan peserta didik dibatasi sesuai jenjang pendidikan yang ada.

Menanggapi hal tersebut, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI, Hamid Muhammad, saat ditemui disela acara pembukaan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Senin (23/7/2018), mengatakan bahwa ia akan menindak tegas segala bentuk kecurangan yang terjadi di lapangan terkait rombel ini.

"Tidak boleh ada sekolah yang menerima murid melebihi rombel yang telah ditetapkan. Jika ada tentunya akan kita tindak tegas, entah nanti akan berpengaruh pada penurunan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) atau data pokok pendidikan yang akan dikunci, tapi pastinya ada sanksi," ujar Hamid.

Sebenarnya, menurut Hamid, untuk sekolah yang akan menerima siswa melebihi rombel sudah diberikan kelonggaran dengan cara mengajukan surat sebelum penerimaan langsung kepada Menteri. "Sudah ada kelonggaran tapi tentunya harus ada batasan waktunya agar tidak setiap tahun minta tambah rombel, lagi pula ini sudah tahun kedua, seharusnya semua sudah berjalan lebih baik dan harus mengikuti aturan yang ada," tambahnya.

Hamid juga menambahkan, jika tidak ada batasan rombel untuk sekolah negeri, maka sekolah swasta tidak akan dapat siswa. Namun ia juga menghimbau agar sekolah swasta mampu memperbaiki diri agar standarnya naik dan tidak kalah pamor dengan sekolah negeri.

"Kalau swasta tidak mau membenahi diri, kualitasnya dibawah sekolah negeri ya mana ada yang mau daftar swasta, sudah bayarnya lebih mahal, kualitas nya dibawah negeri, ya susah," ungkap Hamid.

Sementara itu, dalam Permendikbud 17 tahun 2017, jumlah rombel SD paling sedikit 20 siswa dan paling banyak paling banyak 28 siswa. Sementara SMP dalam satu kelas berjumlah paling sedikit 20 siswa dan paling banyak 32 siswa.

Sedangkan jenjang SMA maksimal 36 rombel, masing-masing tingkatan kelas paling bangak 12 rombel dengan jumlah peserta didik maksimal 36 siswa. Sementara untuk jenjang SMK, paling banyak 72 rombel, masing-masing tingkatan 24 rombel dengan jumlah peserta didik maksimal 36 siswa. [adg/suf]

Tag : sekolah

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan