Ide Unik Mahasiswa UMS, Popok Bayi dari Sabut Kelapa

Jum'at, 20 Juli 2018 19:43:32
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Ide Unik Mahasiswa UMS, Popok Bayi dari Sabut Kelapa

Surabaya (beritajatim.com) - Ide unik datang dari tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) yang berhasil menciptakan inovasi baru dari permasalahan yang ada saat ini. Yakni membuat popok bayi dari serabut kelapa yang selama ini banyak menjadi limbah.

Hari Jumat (20/7) tadi, inovasi tersebut didemonstrasikan di Kelurahan Keputih Jl. Tegal 25 Surabaya. Pencetus ide unik tersebut adalah tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat (FIKM), yakni Intan Kusliyana, Farah Dinda Pramestya, dan Muhammad Takdir Aidil Fitri.

Inovasi tersebut kemudian diberi nama Diapers.
Ketua kelompok Intan Kusliyana di Surabaya, Jumat mengatakan latar belakang pembuatan popok bayi dari sabut kelapa karena banyaknya limbah sabut kelapa di Indonesia yang mencapai sekitar 1,7 ton per tahun. Serabut kepala sendiri diketahui memiliki kandungan selulosa yang dapat menyerap air dengan cepat.

"di serabut kelapa itu ada kandungan Selulosa yang dapat meningkatkan penyerapan, tentunya bisa dibuat menyerap zat cair pada popok misalnya seperti urine. Bahkan jika dibuat popok penyerapanya lebih besar 20 persen dibandingkan popok komersil biasa," ujar Intan

Cara pembuatan Diapers ini dimulai dengan mencari sabut kelapa, ditimbang beratnya kemudian dicampur alkohol untuk mensterilkan dari bakteri dan jamur. Setelah itu dioven selama 15 menit dengan suhu 19 derajat celcius. Baru nantinya dilakukan proses pengujian.

Sedangkan upaya kelompok Intan ini agar serabutnya tidak langsung menyentuh kulit maka serabut kelapa ini dilapisi dahulu dengan kapas sehingga mengurangi efek dasar iritasi dan mempercepat penyerapan.

Intan sendiri mengaku bahwa penelitian mereka ini masih dalam tahap daya serap air, dengan pengujian penyerapan dan volume jenuh. Nantinya akandilanjutkan dengan uji iritabilitas, yaitu bagaimana dia bersentuhan dengan kulit, apakah menyebabkan iritasi atau tidak.

Menurut Siti Mardiyah, selaku dosen pembimbing mengungkapkan, kekurangan pada Diapers adalah belum pada pengemasan sehingga bisa dipakai dan dijual dengan harga ekonomis. Namun pada pengembangan selanjutnya sudah disiapkan dari sisi desain dan formulasi.

"Lalu yang paling penting adalah bagaimana mengurangi aspek kapas yang ada di dalamnya. Kita berharap, dengan sebagaian besar dari sabut kelapa bisa mengurangi ongkos produksi. Pengembangan ini juga untuk memanfaatkan kearifan lokal," pungkasnya. [adg/but]

Tag : ums

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan