Hasil Unas SMP Jember Terjun Bebas, Curhat Orang Tua Murid Terbukti

Kamis, 07 Juni 2018 17:59:45
Reporter : Oryza A. Wirawan
Hasil Unas SMP Jember Terjun Bebas, Curhat Orang Tua Murid Terbukti

Jember (beritajatim.com) - Hasil ujian nasional SMP di Kabupaten Jember terjun bebas, dari peringkat tiga besar menjadi 31 dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Komisi D DPRD setempat mengusulkan evaluasi menyeluruh terhadap program pendidikan, termasuk Program Pendidikan Gratis (PPG).

"Memang ini cukup mengharukan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Jember. Tapi kita tidak bisa menyalahkan satu hal. Tentu ada beberapa hal yang menimbulkan kondisi seperti ini, apakah dari kondisi tenaga pendidik yang masih kurang atau kondisi psikis peserta. Banyak faktor yang menentukan Jember di peringkat ke-31," kata Ketua Komisi D Hafidi Cholish.

Hafidi mengakui capaian ini adalah yang terburuk selama lima tahun terakhir. "Selama beberapa tahun kita masih menduduki peringkat bagus," katanya.

Salah satu yang berpengaruh adalah tidak ada laginya partisipasi masyarakat dalam sumbangan pendidikan di sekolah. Tanpa ada sumbangan orang tua menyusul adanya larangan Pemkab Jember setelah Program Pendidikan Gratis berjalan, bimbingan belajar di sekolah pun dihentikan karena guru tidak boleh menerima uang jasa untuk tambahan belajar di luar jam pelajaran.

"Banyak orang tua murid yang datang ke kantor Komisi D yang ingin anak mereka bisa ikut bimbingan belajar atau les di sekolah. Ini masih jadi pekerjaan rumah Komisi D. Kegelisahan, curhat, protes orang tua kini terbukti. Maka itu, kita semua harus duduk bareng tanpa menyalahkan siapa-siapa," kata Hafidi.

Hafidi berjanji melakukan evaluasi. "Kita cari bersama-sama apa yang jadi titik masalah sehingga jeblok ke peringkat ke-31," katanya.

Selain masalah tidak adanya partisipasi orang tua, Hafidi menyatakan perubahan ujian dari manual tulis ke komputer juga harus dilihat lebih kompleks sebagai salah satu faktor penyebab. "Mulai dari sosialisasi, penyediaan sarana, kebiasaan anak, sampai dengan gangguan. Nanti kita simpulkan ketika insan pendidikan duduk bersama," katanya. [wir/kun]

Tag : unas, jember

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan