Rektor ITS: Tidak Ada Pemecatan Dosen Berpaham Radikal

Selasa, 15 Mei 2018 20:57:35
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Rektor ITS: Tidak Ada Pemecatan Dosen Berpaham Radikal

Surabaya (beritajatim.com) - Bersamaan dengan digelarnya acara Doa Bersama dan Aksi Kebersamaan Alumuni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang diadakan sore tadi, Selasa (15/5), Rektor ITS, Prof Joni Hermana menyatakan sikap ITS sebagai kampus anti terorisme dan menolak segala bentuk radikalisme, baik yang berasal dari para civitas nya maupun masyarakat umum.

Kegiatan yang diadakan di Taman Alumi Kampus ITS ini diadakan sebagai wujud kepedulian segenap sivitas akademika ITS terhadap kasus teror yang terjadi di Surabaya beberapa hari terakhir ini.

Acara ini dihadiri oleh ratusan dosen, karyawan, mahasiswa ITS hingga mahasiswa asing yang ada di ITS. Dipandu oleh Direktur Kemahasiswaan ITS, Dr Darmaji, acara berlangsung khidmat.

Selain memastikan bahwa mahasiswa ITS aman dari teror, Prof Joni juga berharap kegiatan ini ITS juga berharap dapat menyatukan solidaritas di antara civitas akademika, khususnya para alumni ITS, dengan seluruh lapisan masyarakat.

“Dalam hal ini, kami warga ITS peduli dengan adanya musibah yang menimpa Surabaya, utamanya korban dari aksi teror. Kami turut berduka dan mendoakan yang terbaik,” ucapnya.

Prof Joni juga memastikan bahwa kabar yang beredar di masyarakat mengenai tiga staf pengajar, yang terdiri dari satu Dekan dan dua orang dosen yang dikabarkan dipecat dari jabatannya karena menyebarkan paham radikalisme, tidak benar adanya.

Prof Joni juga melakukan klarifikasi terkait pernyataan Menristekdikti Mohamad Nasir kepada media mengenai adanya dosen dan dekan di ITS yang dipecat karena diduga terlibat dengan gerakan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang telah dilarang oleh pemerintah.

Dalam hal ini, Prof Joni menjelaskan bahwa sebenarnya pihak ITS saat ini masih melakukan proses penyelidikan untuk membuktikan keterlibatan para dosen tersebut. Namun, pihaknya membantah bila telah memecat ketiga dosen yang diberitakan tersebut sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

"Hanya kami berhentikan sementara dari jabatan strukturalnya, yang berkaitan juga masih mengajar di ITS," jelas Joni.

Joni meyakini adanya salah komunikasi atau salah kutip dari media terkait atas apa yang dinyatakan oleh Menristekdikti tersebut.

Saat ini pun ITS sedang membentuk tim yang mencari fakta dan kebenaran tentang radikalisme di kalangan dosen dan memastikan sampai saat ini ITS aman dari segala bentuk teror dan paham radikal.[adg/ted]

Tag : its

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan