3.000 Santri Ponpes Al Falah Kediri Pawai Budaya Nusantara

Minggu, 15 April 2018 14:36:15
Reporter : Nanang Masyhari
3.000 Santri Ponpes Al Falah Kediri Pawai Budaya Nusantara

Kediri (beritajatim.com)--Perkenalkan kebudayaan Indonesia, Pondok Pesantren Al-Falah, di Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur menggelar Pawai Budaya Nusantara yang diikuti ribuan santrinya.

Dalam pawai ini, para santri memakai pakaian adat dan menampilkan seni kebudyaan dari daerah asal mereka di hadapan para masayyikh dan masyarakat sekitar.

Pawai Budaya Nusantara ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Setelah itu, tiap-tiap kontingen santri menampilkan kreasi kesenian dari daerah asalnya masing-masing.

Mengingat, santri Ponpes Al-Falah berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Mereka memperlihatkan pakaian adat dan keseniannya kepada para pengasuh. Di mana, hadir secara langsung, KH. Zaenudin Djazuli, KH. Nurul Huda Djazuli dan KH. Fuad Mun’im , serta para Gus dan pengajar.

Seperti adat kebudayaan masyarakat Betawi, Jakarta. Santri pertunjukkan pakaian khas mereka dan kesenian silat. Kemudian disusul Tari Piring dari Minangkabau, Sumatera Barat. Ada pula jaranan khas Kediri dan Tari Remo Girah oleh kontingen dari Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia atau Lesbumi Nahdlatul Ulama (NU).

Yaitu, sebuah kesenian Tari Penyambutan yang berasal dari Jawa Timur. Tari ini menceritakan tentang perjuangan seorang pangeran di medan laga. Gerakan Tari Remo Girah ini ditata kembali dan disesuaian dengan kebutuhan sajian oleh seorang koreografer dari Desa Girah/Gurah. Tari Remo Girah ini karya Lina Candra Sari, lulusan ISI Yogyakarta.

Lalu juga ada kesenian kerapan sapi dari Madura. Replika dua patung sapi ini dikombinasikan dengan musik patrol. Selain itu, juga berbagai kesenian lainnya sesuai daerah asal para santri.

KH. Nurul Huda Djazuli, selaku pengasuh Ponpes Al-Falah menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan Nusantara kepada santri.

Sebab, selain dituntut untuk pandai mengaji, santri juga harus memiliki kreatifitas dalam berbagai bidang, termasuk kesenian.

Ditambahkan Gus Dah, sapaan akrab kakak kandung KH. Nurul Huda Djazuli, Ponpes Al Falah merupakan pondok salafiyah yang tua, tidak merasa tabu dengan kesenian. Namun, justru mendukung pelestarian budaya sebagai upaya untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terdiri dari berbagai suku dan memiliki ada kebudayaan yang berbeda-beda.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Kepolisian. Menurut Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, Parade Seni ini adalah bentuk kepedulian santri dari berbagai daerah di Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan melalui pelestarian budaya.

Selain mengapresiasi, pihaknya juga terbantu dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas dan menitipkan pesan anti berita hoax.

Pawai Budaya Nusantara yang diikuti oleh ribuan santri ini rutin setiap tahun, pada akhir tahun ajaran di pondok. Ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya dengan jumlah peserta jauh lebih banyak, yaitu kurang lebih 3.000 santri. Adapun rute yang dilalui peserta sejauh 2 kilometer (km) mengelilingi kawasan pondok. [nng/air]

Tag : ponpes al falah

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan