Cegah Radikalisme, Kapolrestabes Diskusi Interaktif di Unusa

Jum'at, 13 April 2018 18:41:34
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Cegah Radikalisme, Kapolrestabes Diskusi Interaktif di Unusa

Surabaya (beritajatim.com) - Pusat Pengembangan Masyarakat dan Peradaban Islam (PPMPI) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) hari ini (13/4) mengadakan Diskusi Interaktif  dengan tema Millenarianisme, Fundamentalisme dan Radikalisme: 

Beberapa Kerangka Konseptual dan Teoritis dalam Mempelajari Terorisme di Indonesia. Acara ini menggandeng Kombes Pol Rudi Setiawan (Kapolrestabes Surabaya) sebagai pembicaraa mengenai radikalisme di kalangan mahasiswa. 

Acara ini dihadiri pula dosen dosen Unusa, mahasiswa dan tamu undangan. Kombes Pol Rudi menjabarkan bagaimana aksi aksi terorisme dan radikalisme di Indonesia ini merupakan salah satu perkara yang belum selesai dan masih akan terus diberantas.

Menurutnya, radikalisme, terorisme itu terjadi karena banyak faktor, bisa saja karena lingkungan, berita hoax dan proses belajar agama yang belum selesai. 

Juga bisa saja sebagai aksi protes atas ketidak puasannya terhadap negara dan pemerintah sehingga mereka mencari dan mengikuti aliran maupun kelompok yang menjanjikan kebahagiaan yang sublim.

Aksi-aksi tersebut juga tidak selalu harus dikaitkan dengan Islam karena di berbagai agama manapun juga ada bibit terorisme. Ia juga mengatakan bahwa masalah radikalisme dan teror itu bukan karena agamanya, melainkan masalah personal. Karena menurutnya semua agama mengajarkan kebaikan dan bukan sebaliknya.

"Kondisi kemiskinan dan perbedaan status sosial yang mencolok antara yang kaya dan miskin juga bisa saja menjadi faktor seseorang mengikuti kelompok dan atau aliran ekstrimis. Hal itu mungkin saja, sebagai aksi protes dan ketidak puasaannya terhadap pemerintah," tambah Rudi.

Aksi terorisme, radikalisme, dan fundamentalisme ini tidak hanya mentarjetkan kalangan bawah, tetapi juga dikalangan pelajar dan mahasiswa yang notabene masih sering kali menjadi pribadi yang bimbang dan dalam proses mencari jati diri. 

Maka, doktrin doktrin tentang fundamentalisme bisa masuk dengan mudah.Oleh karenanya, Unusa bersama Kapolrestabes Surabaya bergandengan tangan untuk melakukan tindakan pencegahan, agar mahasiswa dapat menghindar dari kelompok radikal tersebut. "Saya menghimbau agar teman teman mahasiswa, jangan sampai salah langkah dan salah persepsi dalam mempelajari ilmu agama. karena dari situlah doktri doktrin mudah masuk," jelasnya.

Ia juga menambahkan, bahwa mahasiswa harus belajar langsung dari ahlinya dan memiliki pergaulan yang baik agar terhindar dari kelompok-kelompok radikal. [adg/ted]

Tag : unusa

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan