Perpustakaan Raden Umro Simpan Ratusan Kitab Kuno Peninggalan Raden Sukriwa

Rabu, 14 Maret 2018 11:39:46
Reporter : Samsul Arifin
Perpustakaan Raden Umro Simpan Ratusan Kitab Kuno Peninggalan Raden Sukriwa

Pamekasan (beritajatim.com) - Perpustakaan Raden Umro di Dusun Sumber Anyar, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, menyimpan ratusan kitab kuno peninggalan Raden Sukriwa generasi keempat Kiai Agung Zubari.

Pendiri Pondok Pesantren Azzubair Sumberanyar, Larangan Tokol, Tlanakan, merupakan generasi keempat dari Raden Sukriwa. Dimana ratusan kitab kuno yang berada di Perpustakaan Raden Umro dikumpulkan dari beberapa tempat yang masih keturunan Raden Sukriwa.

"Makanya di katalog, selain identitas kitab juga kami cantumkan tempat kami mendapatkan kitab tersebut. Misalnya Musala Al-Muqri, Ponpes (Al-Falah) Sumber Gayam dan lainnya," kata Pengelola Perpustakaan Raden Umro Habibullah Bahwi, Rabu (14/3/2018).

Di antara koleksi kitab kuno terdapat beberapa kitab langka seperti kitab Babrul Lahut karya Syeikh Abdullah Arif dari Aceh, Tuhfah al-Mursalah atau Martabat karya Burhan Burri dan Isanguji yang berisi filsafat Isagot Porpiere dari Yunani. "Sebelum kegiatan laminasi (13/3/2018), juga pernah dilakukan digitalisasi oleh Balitbang Kemenag RI Semarang pada 2012 lalu," ungkapnya.

Sementara Koordinator Tim Preservasi Pelestarian Naskah Perpustakaan Nasional Daerah Pamekasan Aris Riyadi menyampaikan penyelamatan kitab kuno sebagai upaya merawat dan melestarikan kekayaan Indonesia. Sehingga para penerus bangsa di masa depan bisa menikmati peninggalan para pendahulu bangsa.

"Pengaruh globalisasi jangan sampai menghilangkan identitas bangsa Indonesia bahwa nenek moyang bangsa ini memiliki peradaban yang sangat tinggi dengan koleksi yang cukup banyak. Bahkan sebagian juga tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan katagori kertas canggih, tidak kalah dengan kertas di zaman sekarang," ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta agar para generasi bangsa agar tidak sungkan dengan mebanggakan para pendahulu bangsa. "Kita tidak perlu minder dengan teknologi yang ada sekarang bahwa nenek moyang kita sudah memproduksi tinta dan kertas, apalagi informasi yang ada di naskah banyak sekali ilmu yang terkandung," jelasnya. [pin/kun]

Tag : naskah kuno, perpustakaan

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan