Menristek Dikti: Bukan Cadar yang Dilarang Tapi Radikalisme

Selasa, 13 Maret 2018 19:43:42
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Menristek Dikti: Bukan Cadar yang Dilarang Tapi Radikalisme

Malang(beritajatim.com) - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir menyebut aturan busana terkait penggunaan cadar di perguruan tinggi di Indonesia merupakan wewenang dari pihak rektorat terkait.

Nasir, menegaskan jika pelarangan penggunaan cadar bukan urusan Kemenristek Dikti. Nasir menyebut yang dilarang di perguruan tinggi di Indonesia bukanlah cadar tapi paham radikal.

"Yang tidak boleh hanyalah satu radikalisme. Rektor yang harus bertanggungjawab dan rektor yang akan berurusan dengan saya jika ada radikal di kampus," kata Mohamad Nasir di Polinema Malang, Selasa, (13/3/2018).

Nasir berharap tidak ada diskriminasi di kampus Indonesia dalam aturan berbusana, termasuk penggunaan cadar. Ia berjanji perguruan tinggi dibawah Kemenristek Dikti tidak akan melakukan diskriminasi baik melalui suku, agama dan gender.

"Pelarangan cadar bagi saya jangan lakukan diskriminasi di kampus. Saya sampaikan ke seluruh perguruan tinggi dibawah Kementrian Riset dan Teknologi tidak boleh melakukan diskriminasi," tandasnya. (luc/ted)

Tag : cadar

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan