Ini Penjelasan Dinkes Pamekasan Soal Vaksin Difteri

Minggu, 11 Februari 2018 14:50:54
Reporter : Samsul Arifin
Ini Penjelasan Dinkes Pamekasan Soal Vaksin Difteri

Pamekasan (beritajatim.com) – Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Ali Maksum menyatakan puluhan siswa yang lemas dan pingsan pasca mendapatkan suntik vaksin difteri dinilai sebagai kejadian luar biasa alias KLB.

Sebab para siswa yang sebagian tercatat sebagai santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Kadur, harus ditangani secara serius oleh para petugas medis di berbagai Puskesmas di tiga kecamatan berbeda. Seperti di Puskesmas Larangan, Kadur, Pademawu hingga RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan.

"Para siswa yang pingsan setelah disuntik vaksin difteri dimungkinkan karena faktor trauma psikologis, karena setelah dilakukan observasi hampir semua santri yang dirawat kondisinya sudah bagus," kata Sekretaris Dinkes Pamekasan Ali Maksum, Minggu (11/2/2018).

Disinggung lebih lanjut seputar kejadian tersebut, pihaknya memastikan kemungkinan besar hal itu akibat trauma psikologis. "Trauma psikologis itu mungkin karena temannya banyak yang pingsan, akhirnya yang lain trauma dan ikut pingsan. Tapi secara umum saat ini tensinya sudah bagus, suhunya bagus dan kesadarannya juga bagus," ungkapnya.

"Kejadian ini merupakan katagori kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (IPI) dan seluruh biaya perawatan santri selama dirawat di Puskesmas maupun di rumah sakit kita gratiskan," sambung pria yangvakrab disapa Pak Maksum.

Suntik vaksin difteri merupakan rangkaian program Outbreak Response Immunization (ORI) yang meliputi sasaran terhadap bayi berusia tahun alias balita dan anak berusia 19 tahun. Dalam kejadian tersebut mayoritas santri yang tengah menempuh pendidikan di SMP/MTs dan SMA/MA. [pin/kun]

Tag : difteri

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan