DBD Serang Puri, 2 Anak Meninggal, 6 Sempat Dirawat

Jum'at, 02 Februari 2018 20:56:54
Reporter : Misti P.
DBD Serang Puri, 2 Anak Meninggal, 6 Sempat Dirawat

Mojokerto (beritajatim.com) - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menyerang Dusun Kertoharjo, Desa Kintelan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Dalam tiga pekan, dua anak meninggal dunia dan enam anak lainnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Dua anak yang meninggal dunia yakni Muhammad Arrofik (12) dan Ali firdaus yang masih berusia 6 bulan. Sementara, enam anak yang sempat menjalani perawatan yakni Anas (12), Azizi berumur 5 bulan, Fitri 17, Farhan (8), Nur Arifin (12) dan Nabila 5 bulan.

Kepala Dusun (Kadus) Kertoharjo, Matali Desa Kintelan Puri Kabupaten Mojokerto mengatakan, ada delapan anak di dusunnya yang terserang DBD, dua diantaranya meninggal dunia. "Dua meninggal, enam sudah pulang dari rumah sakit," ungkapnya, Jum'at (2/2/2018).

Masih kata Matali, para korban sempat menjalani perawatan di empat rumah sakit berbeda. Yakni RS Dian Husada dan RSI Sakinah di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto serta RS Gatoel dan RS Reksowaluyo, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

"Hasil lab, trombositnya rata rata turun menjadi 17 (17.000 sel/mm kubik) ada juga yang 59 (59.000 sel/mm kubik). Padahal dalam kondisi Normal kadar trombosit dalam darah 150 ribu sampai 400 ribu selper per milimeter kubik," katanya.

Matali menambahkan, korban atas nama Ali firdaus meninggal pada Kamis (1/2/2018) malam, sedangkan Muhammad arrofik meninggal pada Minggu (28/1/2018) lalu. Padahal, upaya pencegahan DBD sudah dilakukan baik dengan cara swadaya maupun dari Puskesmas Puri.

"Fogging pertama dilakukan warga secara swadaya pada tanggal 7 Januari lalu, sementara fogging dari Puskesmas Puri baru dilakukan tanggal 11 Januari lalu. Namun kejadian DBD masih terus terjadi di dusun kami, bahkan dua anak meninggal," ujarnya. [tin/but]

Tag : demam berdarah

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan