Ini Tujuan Perwakilan Unair Berburu Ilmu ke Nanyang Technological University

Jum'at, 02 Februari 2018 05:33:49
Reporter : Fahrizal Tito
Ini Tujuan Perwakilan Unair Berburu Ilmu ke Nanyang Technological University

Surabaya (beritajatim.com) - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menargetkan pada 2020 menjadi perguruan tinggi yang mampu bersaing di tingkat internasional, terlebih menduduki peringkat ke-500 dunia.

Mendukung hal itu, perwakilan Unair melakukan studi banding di Nanyang Technological University (NTU) Singapura, yang merupakan perguruan tinggi baru berdiri. Namun demikian NTU memiliki kualitas penghasil SDM yang mampu menyokong perkembangan negara berlambang singa itu.

Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH), Universitas Airlangga, Dr. Suko Widodo, M.Si, mengatakan bahwa lawatannya ke Singapura untuk berburu berbagai ilmu di NTU. Suko memang sengaja mengunjungi berbagai lembaga seperti media dan pendidikan guna mendapatkan berbagai informasi seputar kemajuan dan cara yang diterapkan.

"Berdiri di area yang sangat luas, NTU memang sedari awal dirancang untuk menjadi kampus kelas wahid di dunia. Kini NTU telah menduduki peringkat 11 dunia," terang Suko, Kamis (1/2/2018).

Ia mengatakan, NTU menyadari memiliki sumber daya alam yang terbatas. Hal itulah yang mendorong kualitas prima di bidang sumber daya manusia dan kerjasama internasional. "Singapura hebat karena universitasnya dimanfaatkan oleh negara dan dunia bisnis," tandasnya.

Selain itu, tambah Suko, riset yang dihasilkan oleh ilmuan di NTU banyak dimanfaatkan dan diaplikasikan di lapangan. Pemerintah juga memfasilitasi kebutuhan universitas untuk menghasilkan SDM dan riset yang bagus itu.

"NTU juga punya jurusan pendidikan yang menghasilkan para guru. Pemerintah setempat menugaskan NTU untuk membina para guru SMA. Sehingga setiap tahun guru harus mengikuti pendidikan untuk mengupdate pengetahuannya," imbuh Suko.

Pelajaran berharga yang Suko dapat dari NTU adalah budaya disiplin, kerja keras dan kesungguhan dalam mengejar target. Suko juga terkesan dengan iklim akademis yang selalu bersunguh-sungguh dalam berkarya.

"Yang berprestasi dihargai dan yang melanggar ditindak. Sehingga negara mampu membawa kampus untuk menjadi hebat dalam waktu yang relatif cepat. Hal itu bukan tanpa sebab, universitas yang berdiri pada 1991 itu mendapat dukungan yang luar biasa dari negara untuk menjadi perguruan tinggi hebat dan besar," urainya.

Ia berharap pada banyak pihak yang memiliki urusan dengan pendidikan harus bersungguh-sungguh dalam mengambil kebijakan pendidikan. Karena sekali keliru, maka resikonya bisa berjangka panjang.

Daryl Gomes, Manager Office of International Affairs, NTU Singapura dalam kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa untuk memajukan instansinya, pihaknya memang tidak pernah berhenti berkarya.

"Saya tidak bisa berhenti berkarya. Karena jika berhenti, saya akan kalah. Filosofi inilah yang terus ditancapkan pada sivitas akademika NTU," terangnya. [ito/suf]

Tag : unair

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan