Moh Tohir Abd Hamid Bicara Kebangkitan Islam

Senin, 29 Januari 2018 20:04:08
Reporter : Samsul Arifin
Moh Tohir Abd Hamid Bicara Kebangkitan Islam

Pamekasan (beritajatim.com) - Dewan A'wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata RH Moh Tohir Abd Hamid AMZ menilai saat ini Islam belum akan bangkit menyusul kecenderungan masyarakat muslim terhadap persoalan duniawi (hubb al-dunya).

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam penutupan Pekan Ngaji 3 yang digelar di halaman madrasah kompleks pesantren yang terletak di Dusun Bata-Bata, Desa Panaan, Kecamatan Pamekasan, Minggu (28/1/2018) malam.

Dalam kegiatan tersebut, panitia pelaksana mengangkat tema 'Pesantren dan Kebangkitan Islam', bahkan tercatat sekitar 36 pemateri didatangkan untuk mengupas berbagai sub tema ngaji. Mulai dari ngaji tasawuf, pendidikan, kebudayaan, media sosial, politik, peradaban Islam dan lainnya.

"Grand tema program Pakan Ngaji 3 ini Pesantren dan kebangkitan Islam, tapi dari berbagai disiplin ilmu yang dijabarkan pemateri selama pelaksanaan. Akhirnya kami bisa memberikan kesimpulan bahwa sekarang Islam belum akan bangkit," kata RH Moh Tohir Abd Hamid.

Dari materi yang disampaikan para akademisi maupun praktisi dalam berbagai program ngaji, pihaknya menyimpulkan faktor hubb al-dunya menjadi faktor utama penghambat kebangkitan Islam. "Jadi salah satu penyakit yang membuat Islam belum bisa bangkit, yakni hubb al-dunya. Umat Islam masih cenderung mengedepankan materi dibandingkan lainnya," ungkapnya.

Hal itu jelas memberikan dampak tersendiri untuk kebangkitan Islam, sebab lebih berpihak terhadap materi justru cenderung melupakan terhadap esensi kebenaran. "Lebih baik miskin dan mendongak pada kedholiman, daripada kaya tapi tunduk terhadap penguasa dhalim," tegasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya menilai kesimpulan tersebut merupakan lingkup pesantren secara keseluruhan dan tidak hanya terfokus terhadap pesantren yang dipimpinnya. "Dari itu pekan ngaji ini harus ada dan kita membutuhkan momentum ini untuk bangkit, makanya kita ambil tema ini. Dalam hal ini kami tidak egois sehingga menggunakan kajian pesantren dan tidak spesifik terhadap Bata-Bata," jelasnya.

"Semoga pekan ngaji ini bermanfaat bagi masyarakat, kita sebagai orang Islam tidak boleh hanya melihat diri kita sendiri. Tapi bagaimanapun kita juga harus memikirkan orang lain dan tentunya bermanfaat bagi orang lain," harapnya. [pin/but]

Tag : pesantren, pekan ngaji

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan