RH Moh Tohir Abd Hamid: Bata-Bata Ingin Menjadi Rumah Bagi Semua Orang

Senin, 29 Januari 2018 12:28:34
Reporter : Samsul Arifin
 RH Moh Tohir Abd Hamid: Bata-Bata Ingin Menjadi Rumah Bagi Semua Orang

Panekasan (beritajatim.com) - Dewan A'wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata RH Moh Tohir Abd Hamid AMZ menyatakan pihaknya sengaja mengundang para tokoh dari berbagai latar berbeda sebagai bentuk komitmen pesantren menerima terhadap perbedaan.

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam penutupan program Pekan Ngaji 3 yang digelar di halaman madrasah kompleks pesantren yang terletak di Dusun Bata-Bata, Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Minggu (28/1/2018) malam.

"Dalam kesempatan ini kami sengaja mengundang sejumlah tokoh untuk menghadiri penutupan Pekan Ngaji 3. Di antaranya Dahlan Iskan (mantan Menteri BUMN RI), tapi sayang berhalangan hadir karena ada kegiatan di luar negeri, akhirnya diwakili Bapak Arif Afandi," kata RH Moh Tohir Abd Hamid AMZ.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sengaja mengundang sejumlah akademisi hingga praktisi pada penyelenggaraan penutupan program ngaji yang digelar sejak Kamis (18/1/2018) lalu. "termasuk juga Ustadz Abd Muni, beliau guru kami hingga akhirnya kami menggagas dengan membentuk lembaga Parakom maupun lembaga otonom lain di Bata-Bata," ungkapnya.

Bahkan dalam kesempatan itu, juga tampak hadir para politisi yang akan ambil bagian pada pesta demokrasi lima tahunan dalam momentum pilkada serentak 2018. Mulai dari Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf yabg akan mencalonkan diri sebagai Gubernur Jatim.

Tidak hanya itu, sejumlah politisi lokal khususnya di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam juga hadir memeriahkan malam penutupan. "Bata-Bata ingin menjadi rumah bagi semua orang, selama orang itu mengucap dua kalimat syahadat," tegasnya.

Bahkan dari sejumlah tokoh yang hadir, juga tampak hadir para undangan asal University Kebangsaan Malaysia (UKM). Masing-masing Prof Dato' Dr Mohd Yussof bin Hj Othman FASc, Prof Datin Paduka Dr Jawiyah Dakir, Prof Madya Dr Roziah Sidek dan Prof Dr Mohd Nasran Muhammad. Serta akademisi asal UNISSA Brunai Darussalam, yakni Dr Arman bin Haji Asmad. [pin/ted]

Tag : pesantren

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan