KLB Campak dan Gizi Buruk, IDI Siap Kirim Anggota ke Papua

Kamis, 18 Januari 2018 01:36:04
Reporter : Fahrizal Tito
KLB Campak dan Gizi Buruk, IDI Siap Kirim Anggota ke Papua

Surabaya (beritajatim.com) - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) siap membantu pemerintah dalam menuntaskan permasalahan kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk yang terjadi di Asmat Papua.

Orgasasi profesi yang menaungi dokter itu akan mengerahkan semua anggotanya untuk mencegah korban gizi buruk yang saat ini sudah ada 61 anak di Indonesia bagian timur itu.

Diketahui, dalam kejadian itu dari 61 anak di kabupaten Asmat Papua meninggal dunia akibat gizi buruk dan campak. Sehingga Presiden RI Joko Widodo langsung merespon hal ini dengan memerintahkan Kementerian Kesehatan untuk mengirim tenaga medis.

Kementerian Kesehatan dilaporkan telah mengirim 39 tenaga kesehatan yang mayoritasnya adalah tenaga dokter umum dan dokter spesialis.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof. Ilham Oetama Marsis mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap KLB yang terjadi di kabupaten Asmat Papua.

"Kami turut berduka cita atas meninggalnya generasi-generasi penerus bangsa di Asmat. Persoalan KLB Difteri belum tuntas sekarang kita dikagetkan dengan KLB Campak. Hal ini harus ditangani dengan serius dan komprehensif. IDI tetap mendukung langkah-langkah yang diarahkan oleh Presiden. Tim yang diturunkan oleh kemenkes sebagian besar dokter adalah juga anggota IDI," tutur Prof. Ilham Oetama Marsis dalam keterangan resminya, Rabu (17/1/2018).

Sementara itu Sekretaris Jenderal PB IDI, Dr.Muh Adib Khumaidi,Sp.OT menegaskan, IDI siap membantu pemerintah untuk menanggulangi masalah ini. Bahkan pihaknya langsung berkoordinasi melalui Komite Tanggap Bencana dan Komite Penanggulangan Penyakit Menular dengan IDI Wilayah Papua dan IDI Kabupaten Asmat untuk memberikan dukungan dan bantuan di lokasi agar permasalahan ini cepat dituntaskan.

"PB IDI selalu siap jika pemerintah membutuhkan dukungan tambahan. Keterlibatan Ikatan Dokter Spesialis Anak Indonesia (IDAI) di dalam tim Kemenkes juga selalu siap," jelasnya. [ito/suf]

Tag : gizi buruk

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan