Penyakit Difteri di Jatim Masih Tinggi

Kamis, 07 Desember 2017 23:31:30
Reporter : Fahrizal Tito
Penyakit Difteri di Jatim Masih Tinggi

Surabaya (beritajatim.com) - Dokter Spesialis Anak RSUD dr Soetomo Surabaya, Dr Agus Hariyanto SpA(k) menduga masih adanya penyakit Difteri yang menjangkiti masyarakat Jawa Timur, khususnya daerah Pasuruan dan tapal kuda karena masyarakatnya masih antipati terhadap vaksinasi dan menganggap vaksinasi itu haram.

Dugaan itu berdasarkan data yang diungkapkan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Muhammad Subuh yang menyatakan kasus kejadian luar biasa difteri di wilayah Jawa Timur dengan 319 kasus dan 12 penderita meninggal selama 2017 ini.

"Di Jatim kenapa masih tinggi, karena banyak yang tidak mau divaksinasi. Ada yang bilang mengandung babi itu tidak betul. Padahal vaksinasi sejak dini itu sebagai kekebalan tubuh dan modal dasar pencegahan Difteri," ungkap Dr Agus Hariyanto SpA(k), Kamis (7/12/2017).

Ia menyayangkan, adanya anggapan tidak benar vaksin itu haram karena mengandung babi yang timbul dari masyarakat sehingga menimbulkan penolakan vaksin di wilayah tapal kuda yang meliputi Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.

"Sebenarnya pencegahan telah dilakukan pemerintah, seperti melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada Februari sama Agustus. Serta puskesmas mengratiskan vaksin, tapi jika masyarakatnya tidak mendukung itu malah mengakibatkan pemberantasan difteri tidak berjalan," tutur pria yang juga Ketua Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu RSU dr Soetomo itu.

Ia menyarankan, agar pemerintah lebih menggencarkan vaksinasi melalui kartu, artinya setiap calon siswa harus dapat menujukkan bukti vaksinasi. "Pencegahan lainnya kartu vaksinasi harus dimiliki anak Indonesia, terutama di sekolah. Sehingga jika Wali murid yang tidak dapat memperlihatkan kartu vaksinasi, bisa langsung dilakukan tindakan vaksinasi dengan melibatkan puskesmas terdekat," urainya.

Diketahui, Difteri adalah penyakit akibat terjangkit bakteri yang bersumber dari Corynebacterium diphtheriae yang dapat menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan (pernapasan atas), tergolong infesi dan penyakit sangat menular yang berpotensi mengancam jiwa. [ito/suf]

Tag : penyakit

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan