Software Ciptaan Dosen ITS Mampu Merencanakan Kota Masa Datang

Selasa, 05 Desember 2017 22:54:40
Reporter : Fahrizal Tito
Software Ciptaan Dosen ITS Mampu Merencanakan Kota Masa Datang

Surabaya (beritajatim.com) -  Perencanaan dalam menata kota merupakan sebuah pekerjaan vital yang berdampak dalam pengembangan kota, baik secara fisik dan nonfisik. Saat ini banyak perencanaan kota masih menggunakan cara konvensional, yaitu dengan analisa oleh para ahli perencana lewat metode trend oriented, metode perencanaan dengan memperhatikan masa kini serta prediksi rencana masa mendatang.

Dosen departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil membuat software yang mampu merencanakan kota dengan menggunakan metode trend oriented dan target oriented yang diberi nama LanduseSim.

Nursakti Adhi Pratomoatmojo ST MSc, dosen PWK yang memprakarsai software LanduseSim mengatakan, software tersebut mampu melakukan perencanaan kota melalui simulasi spasial. Software ini tidak hanya mampu menampilkan visualisasi, tetapi juga menggunakan metode ilmiah yang kuat. Karena menggunakan variable-variabel untuk perubahan lahan.

"Keunggulan lain mampu merencanakan kota dengan menggunakan target oriented. Di mana dengan metode target oriented ini berarti perencanaan kota bisa dilakukan dengan memperhatikan sasaran yang akan dicapai di masa mendatang," ungkap pria yang akrab disapa Sakti, Senin (5/12/2017).

Ia mencontohkan, dalam merencanakan suatu kawasan kota, lewat software ini sudah dapat diprediksi berapa target permukiman yang akan ada di masa mendatang dan fasilitas penunjang apa saja yang perlu disiapkan.

"Software ini mudah digunakan, fiturnya juga mampu memprediksi perubahan lahan yang sebelumnya masih kosong. Meskipun begitu software ini harus dioperasikan oleh pengguna yang paham betul mengenai komputasi dan sistem informasi geografis. Sejauh ini, penggunaannya banyak dimanfaatkan oleh dosen, para mahasiswa yang sedang disertasi dan konsultan," ujar Sakti.

Sakti menambahkan, software ini sudah banyak digunakan sejak pembuatannya pada 2014. Bahkan saat ini, ada 10 negara yang sudah menggunakan LanduseSim karya Sakti tersebut yaitu Pakistan, Jepang, Irlandia, Argentina, Jerman, Mexico, Thailand, Mesir, Belanda, dan Indonesia sendiri.

"LanduseSim sudah digunakan dalam menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Dan di Indonesia, software ini digunakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)," jelas pria yang juga alumnus PWK ITS tersebut.

Sebelumnya, software ini juga telah berhasil meraih juara pertama kompetisi inovasi produk yang dihelat oleh Badan Pengembangan dan Pengelola Usaha (BPPU) ITS dan mendapat dana program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPBT) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. "Software ini sudah dilirik menjadi software yang bisa dikomersialkan dan menjadi perusahaan teknologi nantinya," tandas Sakti. [ito/suf]

Tag : its

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan