Perguruan Tinggi Indonesia Punya Potensi Bersaing di Dunia Global

Jum'at, 27 Oktober 2017 16:24:26
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Perguruan Tinggi Indonesia Punya Potensi Bersaing di Dunia Global

Malang (beritajatim.com) - Dr Lorraine Paterson dari European Research Council University of Leicester, United kingdom, menyebut Indonesia sebagai negara berkembang harus memikirkan posisinya sebagai pusat pendidikan bermutu, tidak hanya di Asia Tenggara namun juga di dunia.

Menurut Lorraine, banyak keuntungan yang dimiliki Indonesia dibanding negara berkembang lainnya. Di antaranya komitmen pemerintah dalam pendidikan dengan memberi beasiswa kepada pelajar Indonesia untuk kuliah di luar negeri, seringnya mengadakan international conference untuk membuka wawasan. Hal ini menjadi potensi untuk meningkatkan daya saing global.

"Strategi yang memungkinkan untuk meningkatkan tingkat daya saing institusi pendidikan tinggi di tingkat internasional adalah dengan meningkatkan kualitas belajar mengajar, termasuk fasilitas di dalam kelas, membekali siswa dengan mentor dari institusi lain baik dalam maupun luar negeri, mengembangkan kualitas beasiswa, meningkatkan produksi jurnal dan publikasi yang diakui secara internasional," paparnya, Jumat, (27/10/2017).

Prof. Hendrawan Soetanto yang menyampaikan materi Riding the Wave of Quality Competitiveness in Digital Era: A Challenge for the Future of Indonesian Higher Education. Mengaku senada dengan Lorraine, dengan jumlah sekitar 3.800 institusi perguruan tinggi dan 3,5 juta mahasiswa, perguruan tinggi di Indonesia mempunyai kompetensi tinggi untuk bersaing dengan negara lain di era globalisasi ini.

"Sementara itu dengan majunya teknologi, mahasiswa saat ini lebih tertarik dengan internet, games, dan komputer, tidak sama seperti mahasiswa jaman dahulu. Untuk itu, tenaga pengajar juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman dan mengevaluasi metode belajar mengajar yang diterapkan agar mahasiswa tertarik untuk mengikuti proses belajar mengajar," ungkap Guru Besar Fakultas Peternakan UB ini.

Kegiatan yang digelar di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya (UB) ini merupakan rangkaian Dies Natalis UB ke-55. Hadir pula sebagai pemateri Prof. Dr. Sharmani Gabriel dari Faculty of Arts and Social Sciences University of Malaya yang menyampaikan materi "The Humanity in the Asian Century: Challenging Hegemony and the Global", dan Dr. Uli Kozok dari University of Hawaii at Manoa, USA.

Di akhir acara, Ketua Pelaksana Ika Nurhayani, menuturkan, kegiatan ini merupakan ajang sharing pengetahuan untuk dosen, praktisi, dan pimpinan lembaga perguruan tinggi untuk membahas tantangan dan solusi perguruan tinggi di Indonesia untuk bersaing di asia dan dunia.

"Tantangan yang paling berat adalah meningkatkan karya ilmiah dan mutu pengajaran di perguruan tinggi," ucapnya.

"Semoga dengan kegiatan ini, para tenaga pengajar dapat mempelajari bagaimana menjadi akademisi berkualitas dan mengikuti kode etik yang secara umum ditetapkan secara internasional, sehingga akan lahir karya-karya ilmiah bermutu yang diakui secara internasional, sehingga meningkatkan daya saing perguruan tinggi di dunia," tandas Kaprodi Linguistik Fakultas Ilmu Budaya UB tersebut. [luc/but]

Tag : ub

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan