JWG Indonesia - Japan Hasilkan Kesepakatan Ini

Rabu, 25 Oktober 2017 06:34:44
Reporter : Fahrizal Tito
JWG Indonesia - Japan Hasilkan Kesepakatan Ini

Surabaya (berirajatim.com) - Para pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia dan Jepang sepakat untuk lebih menguatkan kerja sama dengan industri. Hal itu diwujudkan dalam kerjasama akademik dan pengelolaan perguruan tinggi, dan riset inovasi.
 
Kesepakatan tersebut didapat saat perhelatan 4th Jointworking Grup (JWG) Indonesia - Japan bertema Strengthening Network for Research, Innovation in Higher Education and Industry, di Hotel JW Marriott Surabaya, Selasa (24/10/2017).

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD mengatakan, ada suatu hubungan timbal balik yang terjadi secara alamiah yang melatarbelakangi kerjasama itu.

Seperti diketahui, pada 2045 Indonesia diprediksi memiliki jumlah usia tenaga kerja yang melimpah, atau yang dikenal dengan bonus demografi. "Namun sayangnya fasilitas yang ada di Indonesia kurang mendukung untuk menunjang research dan inovasi guna menopang kehidupan di masa depan," tutur Joni di hadapan para awak media.

Berbanding terbalik dengan itu, lanjutnya, Jepang memiliki segala fasilitas untuk melakukan penelitian dan inovasi. Namun justru akan mengalami penurunan jumlah usia tenaga kerja dalam kurung waktu yang sama. "Mereka punya fasilitas, kita punya sumber daya manusia, jadi kerjasama ini bisa untuk menggabungkan kedua kelebihan tersebut," ujar guru besar Teknik Lingkungan ini.

Joni menambahkan, satu hal yang paling penting dari kerjasama ini adalah permasalahan industrial linkage yang terjadi di Indonesia. Permasalahan ini muncul lantaran tenaga kerja yang dihasilkan oleh perguruan tinggi Indonesia tidak siap untuk terjun ke industri.

"Perkuliahan seringkali hanya memberikan basic theory, sedangkan industri menuntut kemajuan teknologi. Hal inilah yang membuat banyak mahasiswa tidak siap untuk langsung terjun ke dunia industri setelah lulus," ungkap Joni.

Melalui kerjasama ini pula diharapkan perguruan tinggi di Indonesia dapat belajar dari Jepang sehingga mampu menghasilkan tenaga kerja yang bisa mengimbangi kemajuan teknologi di masa yang akan datang. "Kita akan belajar dari yang terbaik untuk menopang industri di masa depan," ujar Joni.

Sementara dari sisi manajemen perguruan tinggi, Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi, Dr Totok Prasetyo B.Eng MT, mengatakan, kerja sama ini berpotensi meningkatkan ranking perguruan tinggi Indonesia di kancah dunia.

"Saat ini, hanya terdapat tiga perguruan tinggi yang berada dalam rangking 500 besar dunia, yaitu Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada. "Setelah kerjasama ini, kita targetkan akan ada 11 universitas yang berada dalam 500 besar," tegas Totok.

Totok menambahkan, selain meningkatkan rangking, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) RI juga menargetkan tiga hal dalam kerjasama yang meliputi meningkatkan keunggulan akademik, mendapatkan nilai ekonomi serta memberikan sosial benefit kepada masyarakat.

"Tidak hanya memberikan keuntungan bagi perguruan tinggi di Indonesia, kita inginkan kerjasama ini turut memberikan nilai tambah bagi perguruan tinggi di Negeri Sakura," harap Totok.

Rektor Hokkaido University, Toyoharu Nawa mengatakan, potensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia mampu menopang era kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang sedang dikembangkan di Jepang. "Dari kerjasama ini bisa menghasilkan banyak engineer dan scientist yang akan menciptakan era kecerdasan buatan," ujar Toyoharu yang juga menjabat ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi di Jepang.

Narasumber lain yang juga dihadirkan dalam konferensi tersebut adalah Staf Ahli Menristekdikti bidang Infrastruktur, Kelembagaan Iptek dan Dikti Ir Hari Purwanto MSc DIC, Kepala Balitbang Industri Kemenperin Dr Ir Ngakan Timur Antara, Wakil Ketua MRPTNI Prof Dr Ir Kadarsah Suryadi DEA (Rektor ITB), perwakilan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ryo Nakamura LL M, dan Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Masaki Tani.

Seperti diketahui, JWG kali ini dihadiri lebih dari 75 perguruan tinggi negeri (PTN), swasta dan vokasi di Indonesia serta 22 PTN di Jepang. Sebelumnya program yang sama telah dilaksanakan tiga kali di Nagayo University pada tahun 2012, di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2013, serta di Hokkaido University pada 2015. [ito/suf]

Tag : perguruan tinggi

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan