Jembatan Kaca Pertama di Indonesia, Karya Mahasiswa UMM

Senin, 09 Oktober 2017 20:33:08
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Jembatan Kaca Pertama di Indonesia, Karya Mahasiswa UMM

Malang (beritajatim.com) - Jembatan Kaca Ngalam Indonesia berdiri diatas aliran Sungai Brantas. Jembatan ini resmi dibuka oleh Wali Kota Malang, Moch Anton, pada Senin, (9/10/2017). Jembatan ini menghubungkan Kampung Warna-warni, Jalan Juanda, Jodipan, Kota Malang dengan Kampung Tiga Dimensi atau Tridi di Jalan Kesatrian, Kota Malang.

Jembatan didominasi warna kuning emas, dengan panjang 25 meter dan lebar 1,25 meter sehingga bisa digunakan dua jalur atau dua orang yang berjalan berpapasan. Diestimasikan, jembatan dapat menampung sekitar 50 orang dan menanggung beban sekitar 500 kilogram lebih.

Jembatan kaca merupakan hasil desain dua mahasiswa Teknik Sipil UMM, yaitu Mahatma Aji dan Khoriul dengan dibina dosen UMM, Lukito Prasetyo. Keduanya berpengalaman sebab, mereka sebagai Juara Umum Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia Tahun 2015. Sedangkan pembangunan, difasilitasi oleh Indana, pemilik produk Mix One.

Menurut Lukito, jembatan ini tidak hanya memiliki fungsi penghubung semata, tapi juga memiliki nilai estetika. Oleh sebab itu, dari sekian desain yang dipamerkan pada Walikota Malang, terpilihlah model jembatan gantung dengan tambahan kaca sebagai material pijakannya.

"Agar pada malam hari, pijakan jembatan yang terbuat dari kaca dapat memperlihatkan lampu-lampu yang indah,” kata Lukito.

Keberadaan dua kampung tematik dan jembatan kaca tidak lepas dari peran mahasiswa UMM. Kampung Warna-warni merupakan inisiasi delapan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM yang tergabung dalam kelompok praktikum Public Relations (PR) Guys Pro. Lahirnya KWJ menjadi inspirasi bagi berdirinya Kampung Tridi yang berada di seberang sungai. Sejak diresmikan September 2016, kedua kampung itu selalu padat pengunjung.
 
Munculnya Jembatan Kaca menjadi fasilitas baru bagi warga sekaligus alternatif bagi pengunjung. Diharapkan, selain mempermudah akses, kekerabatan antar kampung pun kian rekat untuk mempercantik Kota Malang.

Selain itu, lantaran berlantai kaca, warga dan pengunjung diajak menikmati pemandangan dasar sungai dari atas jembatan. Kaca yang transparan memiliki sensasi tersendiri layaknya Jembatan Kaca di Zhangjiajie Cina. Kini, jembatan kaca menjadi spot foto baru bagi netizen yang kerap mengunggah foto-foto menariknya di media sosial.

Sementara itu, Vice President Direktur PT Indana, Steve Antonious Sugiharta mengatakan ada sekitar enam ton cat tersalurkan untuk memperindah KWJ dan Kampung Tridi.

"Indana sebagai perusahaan cat asal Malang, akan terus membantu pembangunan di Kota Malang. Wujud kepedulian sosial ini sebagai bentuk terima kasih kami pada warga,” ucapnya.

Sebelumnya, Indana telah banyak menyelesaikan program CSR. Diantaranya, Kampung Hijau Decofresh, Kampung Warna-warni (KWJ), Kampung Tridi, Kampung Putih, dan mural flyover Arjosari. Saat ini, Indana juga tengah mengerjakan Kampung Arema yang posisinya berada tepat di sebelah barat Kampung KWJ dan Kampung Tridi. Berbeda dengan konsep sebelumnya, Kampung Arema identik warna biru di tiap-tiap dinding dan atapnya. [luc/but]

Tag : umm

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan