Pasca Operasi Usus, Kondisi Balita Ini Memprihatinkan

Minggu, 08 Oktober 2017 21:34:34
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Pasca Operasi Usus, Kondisi Balita Ini Memprihatinkan

Malang (beritajatim.com) - Pasca operasi tiga kali, kondisi Balita di Kota Batu ini justru memprihatinkan. Kedua orangtua balita kini berharap anak kandungnya, bisa segera mendapatkan pertolongan medis secara maksimal.

Balita bernama Azkara Atika Dewi (4) itu, putri pasangan  muda Lutfi Afrianto (31) dan Rosita Dewi, warga Dusun Jumput RT 02/ RW 01, Desa Ampelsento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Saat didatangi sejumlah element pemuda dari ProDesa dan Pemuda Pancasila setempat, balita ini tinggal bersama orangtuanya disebuah rumah kontrakan.
Menurut ibu kandung Azkara, satu tahun lalu anaknya di vonis dokter mengalami Ileus Obstruktif Partical dan Hernia Umbilicalis, Operasi pun dilakukan di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang.

”Tidak ada jalan lain kecuali operasi, karena usus anak saya lengket dan hernia, usus dipotong 2 cm agar anak saya sembuh,” kenang Rosita Dewi, ibunda Azkara menceritakan kronologinya, Minggu (8/10/2017).

Namun sayang, setelah hampir satu bulan luka operasi tersebut tak jua mengering bahkan malah tampak mengerikan. Ketika control dokter pun menyarankan agar dilakukan operasi lagi. “Kami disarankan melakukan operasi second lock kalau tidak salah,”ujar Dewi mencoba menjelaskan detail yang diingatnya.

Operasi kedua, lanjut Dewi, dengan kondisi ekonomi yang terbilang pas-pasan karena suaminya, hanyalah serang pekerja bengkel di Malang. “Apapun kami lakukan demi anak kami sembuh, meskipun kami sudah tidak punya apa-apa,” tambah Lutfi, ayah kandung Azkara.

Operasi kedua, beber Lutfi, dilakukan pada 10 November 2016, tepat pada hari Pahlawan, dokter Lulik Ingarwati yang mengoperasi. Namun sayangnya, paska operasi kedua kondisi ananda Azkara tidak semakin membaik, bahkan keluar kotoran dari bekas operasian melintang selebar perutnya.

“Kotoran itu keluar lewat sela-sela jahitan, sebagian lewat anus, bahkan kalau kentut keluarnya lewat bekas operasi, kata dokter usus anak kami bocor,” papar Lutfi sembari menahan isak tangis.

Kondisi ini justru membuat Azkara takut untuk ketut. Hal itu dikarenakan Azkara, seperti menahan sakit ketika gas keluar melalui sela-sela jahitan perutnya yang tak kunjung mengering.

Karena kondisi ekonomi keluarganya tidak mampu opname satu bulan di Rumah sakit, Lutfi dan dewi memutuskan membawa pulang anaknya. Pihak RS pun mensyaratkan harus merawat luka sang anak dengan steril. Dengan kesabaran dan ketelatenan keduanya merawat sang buah hati, berusaha mengajak Azkara untuk terus ceria dan bersemangat.

Tanggal 5 Januari 2017, kondisi Azkara memburuk, Azkara pun kembali dilarikan ke UGD RSSA karena tak bisa buang air kecil. Operasi pun kembali dilakukan pada tanggal 26 Januari 2017.  “saat operasi kami dipanggil dokter, beliau bilang kalau tim dokter tidak berani melakukan operasi dikawatirkan anak kami tidak kuat dan terjadi hal-hal diluar keinginan, kami pun pasrah dan manut pada dokter,” tutur Dewi.

“Satu minggu di RSSA kami pun disuruh pulang sama dokter kami berharap segera sembuh. Namun ternyata hingga kini anak kami masih terus menahan sakit, kami hanya bisa pasrah dan berdoa,” tambah Dewi menahan tangis.

Dewi dan suaminya berharap putrinya bisa sembuh dan bermain seperti anak seusianya. Dewi pun tak kuasa menitikkan air mata ketika Azkara, harus menanggung rasa sakit diumur 4 tahun dan berkata kapan dirinya sembuh.

“Pak aku sudah sembuh ya, aku wes bisa nyanyi,” kata Azkara yang kerap diucapkannya ketika melihat bapaknya membersihakan luka dibagian perutnya.
Kini orang tua Azkara berharap ada uluran tangan dari para dermawan demi kesembuhan putri kecilnya.(yog/kun)

Tag : balita malang

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan