Dosen Pertanian UB Peneliti Terbaik Versi Webometrics

Jum'at, 11 Agustus 2017 20:01:50
Reporter : Renni Susilawati
Dosen Pertanian UB Peneliti Terbaik Versi Webometrics
Rektor Universitas Brawijaya Prof Dr Mohammad Bisri MS

Surabaya (beritajatim.com) - Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) masuk 10 besar peneliti terbaik versi Webometrics yang dirilis pada Maret 2017.

Pemeringkatan ini didasarkan diantaranya pada jumlah sitasi dan h-index yang ada di google scholar. Dari 602 peneliti yang diranking di seluruh Indonesia, dosen FP UB Prof Kurniatun  Hairiah menduduki ranking ke-10.

Kurniatun yang juga aktif di ICRAF (World Agroforestry Centre) dan CGIAR (Consultative Group on International Agricultural Research) memiliki h-index 33 dan jumlah sitasi 3422.

Dosen UB lainnya yakni Dr. Akhmad Sabarudin menduduki urutan ke-92 dengan h-index 17 dan jumlah sitasi 898. Sementara itu, Prof. Wani Hadi Utomo dengan h-index 16 dan jumlah sitasi 1389 berada pada urutan ke-102.

Menanggapi pemeringkatan internasional seperti Webometrics dan 4ICU, Rektor Prof. Dr. Mohammad Bisri, MS menyatakan pihaknya berupaya untuk terus memperbaiki peringkat meskipun tidak hanya berorientasi pada hal tersebut.

"Kalau hanya terpaku pada pemeringkatan, hal lain seperti laboratorium menjadi terlupakan," kata Guru Besar Teknik Pengairan ini di melalui relese yang diterima Beritajatim.com

Perbaikan seluruh aspek yang dilakukan terus menerus, menurutnya untuk memberikan landasan riil pada sebuah pemeringkatan.

"Sehingga persepsi orang dari pemeringkatan tidak berbeda jauh dengan realitas sebenarnya," jelasnya.

Dampak positif dari pemeringkatan ini, menurut Bisri adalah dunia internasional menjadi tahu keberadaan UB.

"Kalau keberadaan sebuah perguruan tinggi tidak dikenal, biasanya mereka akan enggan untuk menjalin kerjasama maupun kolaborasi riset," kata dia.

Pemberian beasiswa pun, ia menambahkan, melihat pada pemeringkatan perguruan tinggi. Karena arus global di antaranya, Rektor menegaskan tetap aktif pada setiap pemeringkatan, meskipun tidak perlu terlalu larut.

Terkait pemeringkatan riset misalnya, pihaknya mewajibkan mahasiswa magister untuk mengikuti konferensi internasional terindex scopus yakni dua mahasiswa magister untuk satu kegiatan.

Selain itu, pihaknya juga mendukung pendanaan dan fasilitas bagi dosen baik senior maupun junior. Secara khusus, ia melihat munculnya bibit baru dalam penelitian seperti dari Fakultas Pertanian, FMIPA, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknologi Pertanian.

"Potensi ke depan sudah mulai terlihat," ujar Rektor. Terlebih, ia menambahkan, dengan motivasi dari berbagai program seperti pelaksanaan PHK (Program Hibah Kompetisi) research group, PHK buku, ketahanan jurnal, dan doctor mengabdi. [rea/ted]

Tag : universitas brawijaya

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan