Jahitan Tangan Siswa SD di Banyuwangi Hasilkan Bendera 25 Meter

Kamis, 10 Agustus 2017 15:25:27
Reporter : Rindi Suwito
Jahitan Tangan Siswa SD di Banyuwangi Hasilkan Bendera 25 Meter

Banyuwangi (beritajatim.com) - Berbagai cara sekolah menanamkan nilai kebangsaan dan cinta tanah air kepada siswanya. Seperti yang dilakukan oleh satu sekolah swasta tingkat dasar di Banyuwangi ini.

Mereka memiliki cara berbeda dalam memperingati hari kemerdekaan RI ke 72 ini. Para guru di tempat ini memilih siswanya untuk melakukan aktivitas menjahit kain berwarna merah dan putih.

Kedua kain itu memiliki panjang 25 meter dan lebar 4 meter. Dengan menggunakan jarum dan benang berwarna merah, kedua sisi memanjang kain itu mulai disatukan.

Melalui arahan para guru, tangan-tangan mungil anak-anak SD itu terlihat lincah berkreasi. Sambungan benang yang menancap berurutan mulai menyatu. Perpaduan warna keduanya membentuk sebuah bendera kebanggaan bangsa ini, yakni bendera kebangsaan Indonesia.

"Tujuannya untuk menanamkan rasa nasionalisme terhadap siswa sejak dini. Karena kalau tidak ditanamkan sejak dini nanti bisa terpengaruh dengan hal-hal yang kurang memiliki nilai nasionalisme," jelas Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Uswah, Kelurahan Klatak, Kalipuro, Banyuwangi, Suci Suwandiani Ernawati, Kamis (10/8/2017).

Tak hanya sekedar menjahit, siswa juga diajarkan cara memperlakukan bendera tersebut. Dengan harapan, anak-anak nantinya mampu menghormati dan menghargai bendera negara tercinta ini.

"Tadi yang jahit anak-anak kelas 4-6, sedangkan yang kelas 1 sampai kelas 3 di atas itu kita putarkan film perjuangan," ungkapnya.

Pemutaran film perjuangan itu, lanjut Suci, dimaksudkan agar pengetahuan para siswa dapat tumbuh dan mengetahui tentang arti perjuangan. Selain itu juga mereka dapat mengerti perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan.

"Mereka menonton film perjuangan, di mana mereka tahu langsung apa yang dilakukan para pahlawan. Sehingga mereka mengerti bagaimana proses negara ini merdeka," terangnya.

Seperti yang diungkapkan oleh Raiskani Fahar siswa kelas 6 A ini. Tak hanya sekedar menjahit, ia juga diajarkan mengenai sejarah terbentuknya bendera negara ini. "Saya tahu, bendera merah putih itu dijahit oleh Ibu Fatmawati, dan teks proklamasi kemerdekaan di ketik oleh Sayuti Melik," jelasnya.

Usai menjahit, bendera merah putih itupun dibentangkan bersama-sama. Dengan semangat mereka juga semarak menyanyikan lagu kebangsaan 'bendera merah putih'. Tak ketinggalan, sayup terdengar pekik 'merdeka dan takbir' berkumandang serentak. (rin/kun)

Tag : hut ri, banyuwangi

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan