Penjahit Keluhkan Kebijakan Sekolah Koordinir Pembelian Seragam

Rabu, 09 Agustus 2017 09:07:32
Reporter : Nanang Masyhari
Penjahit Keluhkan Kebijakan Sekolah Koordinir Pembelian Seragam
foto/dok

Kediri (beritajatim.com) - Ajaran baru yang biasanya menjadi berkah bagi para penjahit pakaian seragam sekolah di Pasar Pahing Kota Kediri tampaknya tidak berlaku untuk tahun ini. Penjahit mengaku, justru mengeluh karena sebagian sekolah sudah melakukan pengadaan seragam sendiri.

Roi, salah satu penjahit di Pasar Pahing Kota Kediri mengaku, biasanya tahun ajaran baru ditunggu-tunggu oleh para penjahit. Tetapi, tahun ini tidak sesuai harapan. Mereka tidak merasakan panen jahitan seperti tahun tahun sebelumnya.

"Para orang tua siswa lebih memilih membeli pakaian jadi ketimbang menjahitkan sendiri. Sehingga, mesti tahun ajaran baru tidak memiliki dampak apapun. Relatif biasa seperti hari hari lainnya," aku Roi, Rabu (9/8/2017).

Wali murid lebih memilih membeli seragam jadi dengan alasan lebih praktis dan ekonomi. Perbandingannya, untuk ongkos jahit satu baju sekitar Rp 50-100 ribu, sudah bisa dibelikan satu stel seragam sekolah. Selain itu, sebagian sekolah juga mengkoordinir pembelian seragam melalui koperasi sekolah.

Diakui Roi, saat ini ada juga yang pesan untuk pembuatan baju, tetapi jumlahnya relatif sedikit dan justru sebagian ada yang menjahitkan untuk umbul-umbul agustusan.

Kristin, penjahit lainnya mengaku apabila ada orderan jahitan untuk seragam, pihaknya lebih memilih untuk mengerjakannya di rumah guna menjaga kualitas. Biasanya satu baju ongkos jahitannya Rp 50 ribu, sedangkan celana 60 ribu sehingga total satu stel sekitar 110 ribu dan selesai selama seminggu.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Kediri Tri Silo Budi Prasetyo berharap dalam pembelian seragam tidak ada paksaan dari sekolah. Seandainya, orang tua murid menginginkan beli sendiri di toko, tetap dipersilahkan. [nng/suf]

Tag : sekolah, seragam

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan