Peraih Nobel Ceramah Soal Kanker di Universitas Jember

Jum'at, 04 Agustus 2017 15:30:56
Reporter : Oryza A. Wirawan
Peraih Nobel Ceramah Soal Kanker di Universitas Jember

Jember (beritajatim.com) - Harald Zur Hausen, peraih penghargaan Nobel bidang kedokteran akan memberikan ceramah ilmiah soal kanker dalam acara The 2nd ICOLIB 2017 di Universitas Jember, 7-8 Agustus 2017.

Hausen dikenal sebagai penemu dan mengisolasi Human Papilloma Virus (HPV) 16 dan HPV 18, yang menjadi virus penyebab kanker leher rahim (cerviks). Ini menjadi awal pembuatan vaksin kanker leher rahim. Sukses itu membuat dia diganjar Nobel untuk bidang kedokteran.

"Prof. Harald zur Hausen akan memberikan materi berjudul Infectious Agents in Bovine Red Meat and Milk and Their Potential Role in Cancer and Other Chronic Diseases," kata
Purwatiningsih, PhD, ketua panitia kegiatan, sebagaimana dilansir Humas dan Protokoler Universitas Jember, Jumat (4/8/2017).

Selain menjadi pembicara utama dalam The 2nd ICOLIB 2017, Prof. Harald zur Hausen dijadwalkan akan memberikan kuliah umum bagi para dosen dan peneliti di Universitas Jember, dan alumni penerima beasiswa Jerman se-Indonesia, yang dikelola oleh Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD).

Dalam acara yang akan diadakan di auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Jember (9/8) ini, Prof. Harald zur Hausen akan memberikan kuliah bertema Individual Contributions and Synergistis Networks in Cancer Development. Uniknya, dalam kesempatan ini Prof. Harald zur Hausen akan memberikan kuliah umum bersama sang istri yang juga pakar kanker, Prof. Ethel-Michelle De Villier-zur Hausen. “Prof. Ethel-Michelle akan membawakan kuliah berjudul Characterization of Small Bovine Circular Single-Stranded DNAs Which Are Infectious for Human Cells,” jelas Dr.rer.nat. Kartika Senjarini, dosen Program Studi Biologi FMIPA yang menjadi koordinator kegiatan kuliah umum.

Selain Hausen, acara dihadiri para pakar ilmu alam dan bioteknologi dari berbagai negara, antara lain Prof. Chang-deok Han (Gyeongsang National University, Korea Selatan), Prof. Sirichai Kanlayanarat (King Mongkut’s University of Tecnology Thonburi, Thailand), Prof. Shin-Ichi Nakano (Kyoto University, Jepang), Prof. Inocencio E. Buot Jr. (University of The Philippines Los Banos, Filipina). (wir/kun)

Tag : unej

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan