Ada Persatuan Gay, Universitas Brawijaya Dianggap Sarang LGBT

Selasa, 25 Juli 2017 18:24:07
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Ada Persatuan Gay, Universitas Brawijaya Dianggap Sarang LGBT
Ketua tim Advokasi Universitas Brawijaya, Prija Djatmiko, saat membuat laporan di Polres Malang Kota. Foto: Lucky

Malang(beritajatim.com) - Dunia maya heboh dengan sebuah grup media sosial facebook bernama "Persatuan Gay Universitas Brawijaya".

Keberadaan grup ini membuat masyarakat, orangtua mahasiswa dan alumni Universitas Brawijaya resah.

Keberadaan Persatuan Gay Universitas Brawijaya membuat masyarakat beranggapan jika Universitas Brawijaya dianggap sebagai sarang LGBT (Lesbian Gay Bisexsual dan Transgender).

"Orangtua mahasiswa dan alumni mengecam pencatutan nama kampus oleh grup LGBT. Apalagi hampir setiap hari baik orangtua maupun alumni terus menelepon pak rektor (M Bisri) mempertanyakan kebenaran itu," kata Ketua tim Advokasi Universitas Brawijaya, Prija Djatmiko, Selasa (25/7/2017).

Pihak kampus saat ini menerjunkan tim advokasi untuk memproses hukum admin grup yang mengatasnamakan Universitas Brawijaya. Pihak kampus meradang karena nama universitas tercemar akibat pencatutan itu.

"Ini merupakan bentuk pelanggaran hukum karena mencemarkan nama baik. Maka kita laporkan adminnya karena yang bertanggungjawab adalah adminnya," papar Prija.

Selain tim advokasi, tim Informasi dan Teknologi Universitas Brawijaya juga diturunkan untuk mengungkap dalang dibalik pencatutan nama universitas di grup LGBT. Terbaru selain facebook grup LGBT itu juga memanfaatkan media sosial Whatsapp untuk berinteraksi.

"Komunitas gay juga membuat grup Whatsapp jumlah anggota yang terlacak sekitar 1.048 anggota. Pihak Universitas Brawijaya menolak adanya organisasi tersebut. Karena Universitas Brawijaya menolak adanya LGBT di Indonesia," tandasnya. (luc/ted)

Tag : universitas brawijaya

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan