Ini Cara Deteksi Virus dalam Darah

Kamis, 18 Mei 2017 12:54:15
Reporter : Misti P.
Ini Cara Deteksi Virus dalam Darah

Mojokerto (beritajatim.com) - Untuk mengetahui darah dari pendonor tidak mengandung virus, Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto melakukan pengecekan. Yakni dengan menggunakan alat Metode Clia yang berfungi untuk mendeteksi apakah darah tersebut mengandung virus atau tidak.

Kabid Pelayanan Darah UTD PMI Kabupaten Mojokerto, Marina Widya Kumala mengatakan, darah mempunyai masa kadaluwarsa yakni hanya mampu bertahan 30 hari. "Sebelum disimpan, darah terlebih dahulu darah kami masukkan ke alat tersebut sebelum disimpan. Satu sample membutuhkan 30 menit untuk mengetahui hasilnya," ungkapnya, Kamis (18/5/2017).

Masih kata Marina, alat tersebut berfungsi untuk screening Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD). Sehingga hasil yang berupa angka tersebut bisa menunjukkan berapa nilai virus yang reaktif. Apabila ditemukan darah yang terindikasi virus reaktif, sample darah tersebut akan langsung dimusnahkan.

"Sementara, setiap kantong darah hanya mampu bertahan di ruang penyimpanan selama 30 hari saja. Minimal kita stok darah itu seminggu sebelum puasa dan dilakukan pemeriksaan sebelum akhirnya disimpan. Kalau dilakukan jauh hari, belum sampai hari lebaran, darah sudah tidak bisa terpakai," katanya. [tin/but]

Tag : pmi

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan