Menteri Perindustrian Dukung Nasdec-ITS jadi Industri Mandiri

Senin, 17 April 2017 19:17:49
Reporter : Fahrizal Tito
Menteri Perindustrian Dukung Nasdec-ITS jadi Industri Mandiri
Rektor ITS Prof Joni Hermana dan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto

Surabaya (beritajatim.com) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung pengembangan Revitalisasi Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional yang sedang digarap oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bisa menjadi badan usaha atau institusi yang mandiri.

Dukungan ini dipertegas dengan penandatanganan Nota kesepahaman (MoU) yang di lakukan oleh Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ilmate) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan dan Rektor ITS Prof Joni Hermana, serta disaksikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto. Senin (17/4/2017).

"Aplikasi maritim yang dikembangkan ITS untuk memonitor perkembangan perkapalan yang melintas di Selat Malaka atau di Surabaya itu sangat bagus, karena hal itu untuk menyelematkan habitat yang ada di bawah laut," ungkap Menperin Airlangga Hartarto.

"Kerja sama ini juga guna mendukung peningkatan daya saing industri perkapalan Indonesia baik di pasaran nasional dan internasional dengan mengembangkan desain produk kapal yang inovatif dan efisien," imbuhnya.

Airlangga mengatakan, kerjasama yang dijalinnya bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan ITS yang pada dasarnya juga bergerak pada perindustrian.

"Kami melihat produk-produk ITS yang berpotensi, seperti Fly Ash itu bagus untuk dimasukkan ke industri. Apakah itu power plan ataupun industri lain yang semuanya menggunakan batubara," kata Airlangga usai memberi kuliah umum bertajuk "Kebijakan Nasional Sektor Perindustrian dan Penguatan Link and Match".

Potensi lain, tambahnya. ITS juga memiliki mesin braile yang dapat dikerjasamakan dengan industri printing.

"Kerja sama ini nantinya bisa dengan swasta, salah satunya juga motor skutik. Ini kalau bisa diproduksi secara massal bisa digunakan untuk mengurangi tingkat polusi," ujarnya.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Joni Hermana menjeklaskan ruang lingkup Nota Kesepahaman ini mencakup upaya revitalisasi dan mendorong kemandirian NASDEC untuk menjadi center of excellence di bidang teknologi dan rekayasa kapal.

"Dalam mendukung program Nawa Cita pemerintah di bidang maritim yang meliputi aspek pengembangan, kelembagaan, sumber daya manusia, sarana, prasarana, dan pembiayaan. Kemenperin, mempunyai tanggung jawab untuk menyusun program kegiatan yang berkaitan dengan revitalisasi NASDEC, memberikan pengarahan dan masukan dalam pelaksanaan program-program kegiatan revitalisasi," papar Joni.

Selain itu, mereka juga memberi dukungan pembiayaan dalam rangka revitalisasi NASDEC sesuai dengan mekanisme pelaksanaan APBN, dan menetapkan prioritas kegiatan yang akan dikerjakan bersama ITS.

"Sedangkan ITS nantinya mempunyai tanggung jawab memberikan masukan dalam rangka penyusunan program kegiatan yang berkaitan dengan revitalisasi NASDEC seperti menyediakan sumber daya manusia seperti tenaga ahli, surveyor, operator komputer, juru gambar untuk kegiatan yang telah disepakati bersama," kata dia.

ITS juga bertugas memfasilitasi pemanfaatan laboratorium uji dan infrastruktur yang dimiliki bagi kepentingan revitalisasi NASDEC dan menyampaikan laporan kegiatan secara berkala kepada Kemenperin tentang program revitalisasi NASDEC minimal setahun sekali.

"Selain itu kerja sama ini juga bertujuan untuk melakukan revitalisasi Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional (NASDEC) bisa lebih mandiri menjadi badan usaha," tandas Joni. (ito/ted)

Tag : its

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan