Buta Aksara di Jember Tertinggi, Sampang Menyusul

Selasa, 08 Nopember 2016 00:00:12
Reporter : Fahrizal Tito
Buta Aksara di Jember Tertinggi, Sampang Menyusul
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman

Surabaya (beritajatim.com) - Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur, Saiful Rachman mengatakan, saat ini hampir 90 persen anak-anak sudah terbebas dari buta aksara. Dengan begitu, jumlah APK aAngka partisipasi kasar) pendidikan Jatim sudah tinggi.

"Di tingkat lulusan SD, APK sudah mencapai 112 persen, SMP mencapai 102 persen dan 80 persen untuk APK lulusan SMA. Ini belum sepenuhnya, terutama yang berada di desa-desa lulusan SMP sudah banyak yang nikah,” kata Saiful Rachman, Senin (7/11/2016).

Meski demikian, mantan kepala Badan Diklat Jatim ini menjelaskan bahwa APK di setiap jenjang, bisa dibuktikan karena saat ini para siswa kelas 1 SD sudah bisa membaca.

”Sekarang anak kelas 1 SD sudah bisa membaca. Paud dan TK sudah diajari membaca, mentok kelas 3 sudah lancar bacanya. Jumlah anak yang buta aksara ini bisa berangsur-angsur hilang karena ditunjang kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anaknya,” jelas Saiful.

Menurut Saiful, Kabupaten Jember mendominasi jumlah orang tua yang masih buta aksara. Diperkirakan masih ada sekitar 197 ribu orang yang buta aksara. Mereka kebanyakan tinggal di perkebunan dan hutan. 

Kabupaten kedua yang memiliki jumlah buta aksara terbanyak adalah Sampang. Diperkirakan masih ada sekitar 150 ribu penduduk yang buta aksara dan memang tidak mau belajar untuk membaca. "Sepuluh tahun lagi mungkin sudah tidak ada lagi yang buta aksara,” tandasnya.

Untuk mengurangi 10 persen buta aksara, Pemprov Jatim sudah bekerjasama dengan pesantren-pesantren khususnya salafiyah. "Dalam sistem pendidikan keagamaan yang masih tradisional, pendidikan umum akan dimasukkan dalam sistem pembelajaran pesantren," pungkasnya. [ito/suf]

Tag : buta huruf

Berita Terkait

Komentar

Kanal Pendidikan & Kesehatan