205 Siswa SD Disuntik Imunisasi Anti Difteri

Selasa, 23 Agustus 2016 06:50:01
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
205 Siswa SD Disuntik Imunisasi Anti Difteri

Malang (beritajatim.com) - Petugas Puskesmas Rampal Celaket diberi suntikan vaksin  ORI (Outbreak Respon Imunisasi), untuk memberikan kekebalan dengan memberikan imunisasi anti difteri, Senin (22/8/2016), di Sekolah Dasar Islam Terpadu Ahmad Yani Malang. 

Tiga petugas dari Puskesmas memberikan Vaksin karna dalam beberapa minggu terakhir ditemukan enam siswa dan seorang guru terserang difteri. Mutini, Kepala SDI Terbuka Ahmad Yani Malang memaparkan, penyakit tersebut berawal dari seorang siswa yang izin libur sekolah beberapa hari karena sakit. Kejadian tersebut disusul oleh siswa lainnya. 

"Pihak sekolah mengadakan pengambilan dahak di tenggorokan atau pemeriksaan pada 26 siswa dan guru untuk mengetahui apakah siswa dan guru terserang difteri. Hasilnya, enam siswa dan satu guru positif terserang difteri," tutur Mutini. 

Saat ini siswa dan guru yang positif terserang difteri diberi waktu libur untuk masa penyembuhan, sekaligus mencegah penyebaran lebih luas di sekolah. "Vaksin yang digelar di sekolah merupakan kerjasama kami dengan Dinas Kesehatan Kota Malang," imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rachmi mengatakan, selama Januari hingga Agustus 2016, sudah ada 15 kasus difteri yang masuk ke Dinkes Kota Malang. "Di tahun 2014 ditemukan 22 kasus serupa dan sebanyak 17 kasus di tahun 2015," kata Asih. 

Menurutnya, penyebaran Difteri hampir merata di seluruh Kelurahan di Kota Malang. Difteri tidak hanya menyerang anak- anak, namun juga orang dewasa. "Difteri bisa menular tergantung daya tahan atau status imunitas seseorang," paparnya. 

Selama ini, penyebaran kasus difteri banyak terjadi di sekolah. Menanggapi hal tersebut, Asih menjelaskan, penularan difteri terjadi melalui udara, barang-barang terkontaminasi, dan kontak langsung. "Mobilisasi anak sekolah cukup tinggi, namun anak sekolah di Kota Malang bukan hanya warga Kota Malang saja, kemungkinan karena bakteri yang terbawa dari luar Kota Malang," tukas wanita berjilbab ini.

Dari penemuan kasus ini, Dinkes Kota Malang menjelaskan jika difteri yang sedang terjadi saat ini tidak termasuk dalam status KLB. Karena tidak terjadi peningkatan kasus yang signifikan dan tidak ada kasus kematian. 

"Meski kami tetap waspada  dengan melakukan pnyelidikan Epidemiologi untuk mengantisipasi adanya kasus yang berkembang di sekitar penderita, serta memberikan pengobatan pencegahan pada keluarga dan teman penderita," tukas Asih. (luc/kun)

Tag : difteri

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan