20 Siswa Tidak Diterima SMA 1 Manyar, Kades Tutup Gerbang

Jum'at, 01 Juli 2016 15:39:32
Reporter : Deni Ali Setiono
20 Siswa Tidak Diterima SMA 1 Manyar, Kades Tutup Gerbang

Gresik (beritajatim.com) - Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMA Negeri I Menganti, Gresik nyaris ricuh. Pasalnya, ada oknum Kades Boteng melakukan aksi menutup gerbang sekolah karena ada 20 siswa asal desa setempat tidak lolos tes.

Imbas adanya aksi penutupan itu, menyebabkan ratusan orang tua wali murid yang hendak mendaftarkan anaknya terganggu. Meski kemarin merupakan hari terakhir proses daftar ulang.

Aksi penutupan itu disayangkan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto. Bahkan, untuk meredam gejolak itu. Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) setempat menjadi mediator.

Aksi penutupan gerbang sekolah itu berawal ketika 20 siswa di desa tersebut untuk masuk ke SMAN I Menganti tidak lolos tes kendati oknum Kades Boteng mengaku sudah ada MoU.

Sebelum aksi berlangsung, PPDB SMA Negeri I Menganti sudah berhasil memasukan 30 data siswa baru. Sampai adanya kesepakatan pada rapat yang diikuti oleh Muspika. Pihak sekolah serta Kepala Desa Boteng. Pada jam 12 siang akhirnya gembok dibuka kembali. Dan proses daftar ulang berlanjut sampai selesai.
 
Menurut Mahin selaku Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik, ada 7 siswa dari desa setempat yang diterima di SMA Negeri I Menganti.
Namun 20 siswa yang lain tidak berhasil lolos tes. Kades setempat ngotot agar siswa yang tidak lolos tersebut agar bisa diterima. Alasan yang dikemukanan Kades tersebut, karena ada Memorandum of Understanding (MoU) agar pihak sekolah menerima semua siswa yang berasal dari Desa Boteng.
 
Namun sampai berita ini diturunkan, MoU tersebut sebagai bukti otentik yang bisa dipertanggungjawabkan tidak pernah ditemukan dan tidak ada.

"Kami sampai sekarang belum menemukan bukti otentiknya terkait adanya MoU," pungkas Mahin. [dny/ted]

Tag : ppdb, gresik

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan