SD Muhammadiyah Siap Tampung Murid Asing

Senin, 14 Desember 2015 19:52:53
Reporter : Fahrizal Tito
SD Muhammadiyah Siap Tampung Murid Asing
Foto Ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) - Saat berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), para pekerja asing pun akan berbondong-bondong mencari pekerjaan di Indonesia. Situasi itu tidak menampik kemungkinan bahwa siswa asing juga akan bisa masuk ke negara ini, karena menyesuaikan keperluan kerja orang tuanya.

Hal ini juga menjadi sebuah perhatian tersendiri untuk dapat menyikapi masuknya siswa manca negara ke Indonesia, SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya menyatakan telah siap akan menampung para siswa asing yang ingin bersekolah di Indonesia.

"Sekolahan kami sudah ISO, standarnya internasional. Artinya, sekolahan ini tidak berbeda dengan sekolahan di luar negeri," kata Edy Susanto, kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya di sela penyambutan penghargaan Indonesia Inspire & Best Company Award 2015 dari Sembilan Bersama Media, Senin (14/12/2015).

Penghargaan untuk kategori The Best Inspiring Elementary School of The Year itu diterima Edy Susanto, di Puri Asri, Le Meridien Hotel Jakarta, 11 Desember 2015, Lalu.

"Siswa asing nanti akan kami beri jam tambahan pelajaran dibanding kelas reguler. Namun untuk sarana prasarana pelajaran tidak beda dengan kelas reguler. Soal kelas internasional harus ada AC, in focus. Selama ini di sekolahan ini sudah ada fasilitas stadart internasional," imbuh Edy.

Untuk eskul (ekstra kurikuler) siswa asing ialah bahasa Inggris dan Jepang. Edy menyebut tidak ada beda antara kelas untuk siswa asing dan reguler. Jika ada beda dikhawatirkan ada protes orangtua dan wali murid kelas reguler.

Sekolahannya, kata Edy, juga akan menerima guru asing melalui program pemagangan guru. Guru dari sejumlah negara bakal datang tahun 2016. Ada dari Australia, Jepang, China, Jerman, Rusia dan lainnya.

Untuk jam tambahan bagi murid asing, tambah Edy, akan mengedepankan kurikulum internasional dari Singapura.

"Awal Januari 2016 akan lebih dulu datang dua guru asing. Mereka akan mengajar bahasa Inggris. Mereka juga akan mengenalkan tempat sejarah dan obyek wisata di negaranya," papar Edy.

Untuk tahun 2016, SD Muhammadiyah 4 Pucang juga akan mengirim muridnya ke sejumlah negara Asia melalui program pertukaran siswa. Diantaranya ke negara Malaysia, Singapura, China, dan Jepang menjadi tujuan. Para murid ini akan tinggal di rumah wali murid siswa dari sekolahan di negara yang dituju.

Sementara itu, Wakasek SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya Edi Purnomo menambahkan, penghargaan Indonesia Inspire & Best Company Award 2015 makin menguatkan pihaknya untuk lebih mengembangkan potensi siswa dan guru.

Termasuk menyiapkan kader siswa yang mampu berprestasi di kancah nasional dan internasional. Edi Purnomo menyebut, tahun 2014 lalu sekolahnya mendapat penghargaan The Best Creative and Innovation Elementary School of The Year, juga dari lembaga yang didirikan Laksdya TNI (Purn) Gunadi tersebut.

Terpisah, Humas Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya Eko Prasetyoningsih menyebut, keberadaan siswa asing pindahan dari negara lain tidak bisa sertamerta bisa sekolah. Perizinan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus didapakan terlebih dahulu.

"Pengurusan izin di kementerian juga dikarenakan perbedaan Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Di Surabaya ada beberapa sekolahan dengan kurikulum internasional, yang kini bernama Sekolah Pendidikan Kerjasama (SPK). Salah satunya sekolah dengan bahasa Jepang," kata Eko.

Keberadaan sekolah umum di Surabaya, tambah Eko, bisa saja menerima siswa asing. Namun kurikulum yang diberikan tidak sama dengan yang diajarkan pada siswa reguler. Yang bisa diberikan sekolahan reguler seputar pembelajaran bahasa, pengenalan budaya. [ito/but]

Tag : sekolah

Berita Terkait

Kanal Pendidikan & Kesehatan