Ironisme Surabaya dan Persebaya Menurut Bambang DH

Kamis, 13 September 2018 18:04:11
Reporter : Ibnu F Wibowo
Ironisme Surabaya dan Persebaya Menurut Bambang DH

Surabaya (beritajatim.com) - Persebaya dan Stadion Gelora Sepuluh November punya sejarah tak terpisah. Keduanya memiliki marwah kuat menyatukan emosi jiwa warga Surabaya. Fanatisme kuat terhadap olaharaga sepak bola.

Sayang, hingga kini tim berjuluk Bajul Ijo ini berpindah-pindah lokasi berlatih. Tak ada lokasi tetap. Bahkan, neberapa waktu lalu, Persebaya harus berlatih di Sidoarjo.

Tak ada alasan pasti, mengapa Pemkot Surabaya membukakan pintu di stadion yang sudah menjadi kandang bagi Persebaya.

Namun, kecintaan dan kerinduan agar Persebaya Surabaya bisa merumput di Stadion Tambaksari maupun Karanggayam terus berkobar. Lihat saja pada Rabu pekan kemarin. Sesi perdana latihan dibawah pelatih baru Djadjang Nurdjaman diserbu ratusan Bonek mania.

Manajemen Persebaya pun sedianya menginginkan ada lokasi latihan yang tetap. Kondisi ini mengundang perhatian anggota DPRD Jatim, Bambang Dwi Hartono (BDH). Ia menerima curhatan terhadap sulitnya untuk bisa berlatih dilokasi stadion yang dibangun sekitar tahun 50-an ini.

Menurut BDH, berpindah-pindahnya lokasi latihan Persebaya berdampak pada kerugian di Pemkot Surabaya sendiri. "Nah selama ini kan latihan pindah-pindah. Sering di Sidoarjo, padahal sama-sama membayar. Seharusnya ini bisa menjadi pemasukan bagi Pemkot Surabaya," terangnya yang pernah menjabat Ketua Umum Persebaya di tahun 2002-2005.

Pemkot, kata suami Dyah Katarina ini harus menunjukkan perhatian. Caranya dengan mempermudah akses untuk berlatih di stadion tersebut. Permasalahan rusaknya fasilitas karena kerap digunakan untuk berlatih itu dinilai sebagai pembangunan yang tepat guna.

"Saya katakan kepada kawan-kawan. Kalau fasilitas yang dibangun kerap rusak karena sering digunakan. Itu menunjukkan banyaknya peminat. Artinya tepat guna. Kalau rusak ya diperbaiki. Jangan hanya dirawat tapi tidak digunakan, ya percuma," terang mantan Walikota Surabaya ini.

Pembangunan fasilitas olahraga menurut BDH tidak hanya berpatokan pada Output saja. Melainkan juga pada Outcam dan Impacth, sehingga sarana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. "Kalau tidak optimal, ya untuk apa dibangun," imbuhnya.

Selain itu, jika latihan lebih difokuskan di Stadion Gelora Sepuluh November tentunya lebih mendekatkan dengan warga kota. Selain lokasi yang lebih dekat, bentuk kecintaan anak-anak Surabaya yang baru mengenal Persebaya lebih terbentuk.

Dengan begitu, lanjut dia, manajemen Persebaya juga lebih meningkatkan performa pengelolaan lebih baik. "Sehingga persoalan-persoalan yang tidak perlu tidak akan terlihat," kata politisi yang maju sebagai Calon Legislatif DPR-RI dari PDIP ini. [ifw/kun]

Tag : persebaya

Berita Terkait

Komentar

Kanal Olahraga