Wartawan Alami Kekerasan, Ketua PWI Kediri Teteskan Air Mata

Kamis, 05 Juli 2018 19:07:59
Reporter : Nanang Masyhari
Wartawan Alami Kekerasan, Ketua PWI Kediri Teteskan Air Mata

Kediri (beritajatim.com) -- Wartawan beritajatim.com di Jember, Oryza Ardiansyah Wirawan dianiaya oleh pemain tim Sindo Dharaka dan sejumlah pendukung berbaju seragam saat meliput pertandingan sepak bola antara Persid Jember kontra Sindo Dharaka di Stasiun Jember Sport Garden Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (4/7/2018) sore kemarin.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri mengutuk keras tindakan kekerasan tersebut.

"Kita lihat dari video itu, sangat sakit hati sekali. Saya melihat saudara saya diperlakukan layaknya binatang. Sakit perasaan saya," kata Ketua PWI Kediri, Mega Wulandari sambil meneteskan air mata, Kamis (5/7/2018) sore.

PWI Kediri menggelar pers rilis pernyataan sikap di Kantor PWI Kediri Jalan Mayor Bismo, Kota Kediri. Ketua PWI Kediri membacakan pernyataan resmi tersebut dihadapan sejumlah wartawan di Kediri.

Bahwa aksi penganiayaan terhadap wartawan yang dilakukan di negara yang menjunjung tinggi demokrasi dan supremasi hukum adalah tindakan yang tidak terpuji dan melawan undang-undang.

Bahwa terjadinya aksi penganiayaan terhadap wartawan sebagaimana yang menimpa Oryza Ardiansyah, wartawan beritajatim.com saat menjalankan tugas peliputan pertandingan sepakbola di Kabupaten Jember oleh siapapun melanggar pasal 18, undang-undang  nomor 40 tahun 1999.

"Keterlibatan aparat keamanan dalam aksi kekerasan yang seharusnya mengayomi insan pers dalam menjalankan tugas adalah bukti gagalnya pembinaan institusi yang bersangkutan terhadap anggotanya aturan perundang-undangan dan prosedur pengamanan yang dibuatnya sendiri," seru Mega membacakan pernyataan sikap PWI Kediri.

Masih kata Mega, hal itu menunjukan rendahnya tingkat profesionalisme institusi yang bersangkutan. Tindakan oknum yang bersangkutan merupakan prilaku amoral sebagai aparat keamanan, sebab oknum yang bersangkutan seharusnya mendapatkan latihan disiplin dan taat aturan.

Bahwa tindakan penganiayaan  yang dilakukan oleh para pemain sepakbola dan aparat keamanan merupakan pelecehan terhadap profesi wartawan dan undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

Untuk itu, Persatuan Wartawan Indonesia PWI Kediri menyatakan ;

1. Mengutuk keras tindak penganiayaan terhadap Oryza Ardiansyah, wartawan beritajatim.com saat melakukan peliputan peratandingan sepakbola di Jember.

2. Meminta pihak aparat penegak hukum (Pihak Kepolisian) dan sub Denpom V/3-2 untuk mengusut dan menindak tegas terhadap pelaku kekerasan.

3. Mendesak institusi keamanan yang anggotanya terlibat dalam aksi kekerasan bertanggungjawab terhadap aksi kekerasan yang dilakukan anggotanya.

4. Meminta pihak keamanan yang anggotanya terlibat aksi kekersan terhadap kekerasan meminta maaf secara resmi.

Pemimpin media cetak Koran Memo dan media online koranmemo.com ini berharap indisen yang dialami Oryza adalah peristiwa terakhir tindak kekerasan terhadap wartawan. Pihaknya tidak ingin kejadian tersebut terulang, terlebih di wilayah Kediri. (nng/ted)

Tag : liga 3

Berita Terkait

Komentar

Kanal Olahraga